Masyarakat Sumba Gelar Ritual Adat Sambut HARMONI

0
163

Metrobuananews.com | Weetebula – Masyarakat di daratan Sumba menggelar Ritual adat Ndara Male Mbongga Auta, di pelataran gedung serba guna, Weetebula, Sumba Barat Daya, Selasa (7/2/2018), menyambut paket HARMONI untuk melaksanakan deklarasi.

Ritual tersebut mengandung makna permohonan restu leluhur untuk berjuang dalam kontestasi politik pilkada Gubernur NTT.

Prosesi tersebut ditandai dengan pemotongan seekor kerbau jantan hitam yang tambun.

BKH diserahi Parang Sumba

Di akhir ritual, Calon Gubernur, Benny K Harman, diserahi sebilah parang Sumba untuk menyembelih kerbau secara simbolis, kemudian seorang pria dengan garang menebas leher kerbau hingga darah berceceran dan kerbau mati seketika.

“Jika dalam Ritual tidak direstui leluhur maka kerbau yang dipotong sulit mati dan harus potong ulang-ulang, tetapi kalau direstui maka sekali tebas langsung mati”, jelas Stef Mone Kaka, tokoh adat masyarakat Sumba.

Menurut Stef, dalam Ritual itu Benny K Harman (BKH) diserahi parang sebagai bentuk perutusan atau mandat oleh masyarakat Sumba untuk bertarung dalam pilkada Gubernur.

Tokoh adat sembelih seekor kerbau jantan

“Hari ini luar biasa, sekali ayun kerbau langsung mati, artinya leluhur merestui”, tandas Stef.

Selain itu, lanjut Stef, Ritual tersebut juga untuk memohon perlindungan dari leluhur agar perjuangan HARMONI dimudahkan dan dibebaskan dari segala marah bahaya.

Pengalungan kain tenun ikat untuk Paslon BKH – Litelnoni

Pantauan media, Paket HARMONI juga disambut dengan tarian adat Woleka dan juga pengalungan kain tenun ikat untuk Paslon Gubernur dan wakil Gubernur, Benny K Harman dan Benny A Litelnoni, didampingi istri dan ketua partai pengusung, sebagai ucapan selamat datang.

Penari Wokole

(MBN01)