by

Peluang Takem dan Nikodemus di Pusaran Politik Golkar

Kupang, NTT

Gendang politik pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai ditabuh.

Kandidat dari 9 kabupaten, masing-masing Kabupaten Sabu Raijua, Belu, Malaka, TTU, Sumba Timur, Sumba barat, Ngada, Manggarai dan Manggarai Barat, berlomba memperebutkan pintu partai sebagai kendaraan politik.

Sementara para pemimpin partai mulai sibuk menjaring kandidat yang akan diusung.

Partai Golongan Karya (Golkar) juga mulai merekrut para “ksatria” yang akan bertarung dalam Pilkada nanti.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Golkar NTT, Melkiades Laka Lena, saat konfrensi pers usai rapat evaluasi akhir tahun di gedung Golkar NTT, Jumat (20/12/2019), mengatakan, Partai Golkar membuka ruang bagi seluruh anak bangsa yang memiliki integritas tinggi untuk menjadi pemimpin di negeri ini.

“Yang sudah mendaftar itu 30 persen bukan kader Golkar dan kita membuka peluang yang sama bagi siapa saja putra dan putri terbaik yang ingin maju di 9 kabupaten yang akan melaksanakan Pilkada serentak tahun 2020″, kata Melki.

Dari 9 kabupaten yang akan melakukan pemilihan kepala daerah, Kabupaten Sabu Raijua tergolong cukup seksi dalam pusaran politik partai Golkar.

Dua orang putra terbaik kabupaten penghasil garam ini, yakni Takem Raja Pono dan Nikodemus Rihi Heke, bersaing mendapatkan restu dari partai berlambang beringin.

Takem Raja Pono, adalah seorang birokrat murni di lingkup provinsi NTT.

Takem adalah salah satu kepala bidang di Badan Penanggulanan Bencana Daerah ( BPBD) Provinsi NTT.

Sebagai Aparatur Sipil Negara, Takem memiliki sederet pengalaman birokrasi. Dia pernah menjadi Kepala Rumah Tangga (Karungga) Gubernur NTT dan Sekretaris Badan Perbatasan NTT.

Kecintaannya terhadap Sabu Raijua, tempat Ia lahir dan dibesarkan, mendorongnya untuk “pulang kampung” membangun Sabu Raijua.

Sementara, Nikodemus Rihi Heke, yang adalah Bupati Sabu Raijua saat ini, dengan sejuta pengalaman di bidang politik kembali bertarung pada Pilkada mendatang, dan telah mendaftar di partai Golkar.

Nikodemus adalah kader Partai Golkar yang menjabat sebagai ketua Golkar Sabu Raijua, namun telah mengundurkan diri dan diganti oleh Liby Sinlaeloe sebagai Plt. Ketua DPD II Partai Golkar Sabu Raijua.

Meski demikian, menurut Melki Laka Lena, semua figur yang mendaftar di partai Golkar memiliki peluang yang sama. Ia menjelaskan, Golkar tidak membatalkan pencalonan Rihi Heke, kendati Rihi Heke Sudah “menyeberang” ke Partai NasDem.

“Nama Rihi Heke tetap akan masuk dalam proses survey yang akan dilakukan oleh Golkar dalam waktu dekat. Siapa yang hasil surveynya bagus itu yang akan kita dukung dalam Pilkada”, jelasnya.

Siapakah yang lebih berpeluang diusung partai Golkar. Takem Raja Pono atau Nikodemus Rihi Heke ? (MBN01)

Comment