by

Kejati NTT Serius Tangani Dugaan Korupsi Dana Bansos Sabu Raijua

-Hukrim-1,332 views

Kupang, NTT

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) sangat serius menangani kasus dugaan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) Kabupaten Sabu Raijua (Sarai) Tahun Anggaran 2015 – 2017 senilai Rp35 miliar.

Keseriusan ini dibuktikan dengan adanya peningkatan status dari penyelidikan (LID) menjadi penyidikan (DIK).

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Dr. Yulianto, S.H, M.H., saat dikonfirmasi wartawan, Jumat (12/6/2020) mengatakan, akan mengevaluasi kasus dugaan Korupsi dana Bansos Sabu Raijua, dan proses hukum akan tetap berjalan, walaupun nantinya dilalukan secara online karena pandemi Covid 19.

“Akan segera dievaluasi”, tegasnya.

Sementara itu, Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, yang dikonfirmasi, menjelaskan, penyidik Kejaksaan Tinggi NTT masih menunggu hasil Perhitungan Kerugian Negara (PKN) dari BPKP Perwakilan NTT untuk menenetapkan tersangka dalam kasus dugaan Korupsi tersebut.

“Kasusnya sudah ditingkatkan dari penyelidikan (Lid) menjadi penyidikan (DIK) setelah penyidik Tipidsus Kejati NTT menemukan adanya unsur pidana atau perbuatan melawan hukum,” kata Abdul.

Dijelaskan pula, tim penyidik Kejati NTT telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, beberapa waktu lalu.

Dia berkomitmen, jika dalam waktu dekat BPKP NTT menyerahkan hasil PKN kasus dugaan korupsi dana Bansos di Kabupaten Sarai, maka kejati NTT secepatnya akan menuntaskan kasus tersebut. (MBN01/*K)

Comment

Berita Terkait