oleh

Baru Dikerjakan Sudah Retak, DPRD Desak Pemerintah Segera Perbaiki Jalan Hotmix Oerakanin

Rote Ndao, NTT

Pekerjaan jalan hotmix Oerakanin – Landu Leko, di Desa Serubeba, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, yang baru selesai dikerjakan meninggalkan kesan yang mengecewakan. Betapa tidak, pekerjaan yang masih dalam masa pemeliharaan itu sudah retak – retak.

Ketua Komisi A, Fecky M Boelan, kepada media ini, Sabtu (5/12/2020), usai memantau pekerjaan tersebut, mengatakan, pekerjaan yang menelan anggaran Miliaran Rupiah itu seharusnya dikerjakan dengan baik agar manfaatnya bisa dirasakan oleh generasi penerus, tetapi sayangnya pekerjaan tersebut terkesan dikerjakan terburu – buru dan asal jadi.

“Kami minta dinas teknis segera berkoordinasi dengan pihak ketiga agar secepatnya memperbaiki, karena pekerjaan itu tentu masih dalam masa pemeliharaan”, tegas Fecky.

Menurut mantan Wartawan salah satu koran ternama di NTT itu, Dinas teknis seharusnya melakukan pengawasan secara ketat agar pihak ketiga (Kontraktor red) kerja sesuai bestek.

“Kedepan agar seluruh pekerjaan bisa diutamakam kualitas pekerjaan, jangan karena diburu waktu lalu kualitas pekerjaan diabaikan”, tandas Fecky.

Senada, anggota DPRD dari Fraksi NasDem, Yance A. Daik, mengatakan, pihaknya sangat menyesal melihat uang rakyat seakan dibuang begitu saja, tanpa memperhatikan kualitas pekerjaan.

“Kita di Dapil II ini sulit baru dapat proyek seperti ini, kenapa dikerjakan asal jadi. Saya minta Dinas PU segera panggil kontraktor itu dan perbaiki secepatnya”, ujar Yance, geram.

“Beruntung rusak saat masih pemeliharaan, bagaimana kalau setelah masa pemeliharaan baru rusak. Ini konyol namanya”, imbuhnya.

Menurut Yance, pekerjaan yang rusak sebelum masa pemeliharaan selesai menunjukan bahwa kualitas pekerjaan tersebut sangat buruk.

“Oleh karena itu, saya minta Dinas teknis agar kontraktor yang kualitas kerjanya rendah diperhatikan, kalau terlalu “nakal” jangan diberi pekerjaan. Ini uang rakyat, rakyat harus bisa menikmati manfaat dari uang tersebut”, ujar mantan kepala desa Lenupetu itu.

Baca Juga:  Kisah Pilu Nenek Viktoria, Hidup Sebatang Kara di Gubuk Reyot

Dia, berharap kelalaian serupa tidak terulang kembali pada tahun anggaran berikut.

Penulis : Mekris Ruy

Komentar

Berita Terkait