oleh

Duhh! Gegara “Foto Aduhai”, Perangkat Desa di Rote Terancam Diberhentikan

Rote Ndao, NTT

Dua orang perangkat desa di Desa Matanae, Kecamatan Rote Timur, Kabupaten Rote Ndao, terancam diberhentikan gegara beberapa foto mereka yang “aduhai” menyebar hingga berlabuh di tangan Kepala Desa dan BPD.

Foto mesra, bukanlah soal jika diabadikan bersama pasangan sendiri atau pasangan muda mudi. Namun, akan jadi masalah jika berpose “aduhai” bersama pasangan orang lain.

Dalam foto yang menyebar, perangkat desa dengan inisial EB dan ER, berpose layaknya sepasang kekasih yang sedang mabuk asmara.

Bahkan sebuah caption yang ditulis di foto tersebut cukup menggelitik. “Kenapa nd dari dulluh”. Di ujung tulisan itu, diberi emoticon jantung.

Para jomblo diyakini akan menangis darah saat melihat foto aduhai tersebut.

Sayangnya, dua makluk dalam foto itu, tidak seharusnya berpose demikian. Pasalnya, EB sudah berkeluarga.

Sebagai perangkat desa, apa yang dilakukan EB dan ER dalam foto tersebut sangat tidak terpuji.

Hal tersebut membuat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengundang Kepala Desa untuk mendengar pendapatnya terkait persoalan tersebut.

“Di dalam RDP, Kades menyampaikan ke kita BPD bahwa nanti setelah selasai LPJ tahun 2021, akan memberhentikan mereka secara tidak hormat,” jelas salah satu BPD.

Anggota BPD ini menjelaskan bahwa salah satu dari meraka berkeluarga dan pasangannya merupakan seorang ASN.

“Yang menjadi harapan kami BPD, bahwa apa yang sudah disampaiakan Kades, harus betul-betul dijalankan karena mereka ini adalah pejabat publik desa Matanae seharusnya memberikan contoh dan teladan yang baik kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Matanae, Reheskiel D. Teluain, saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selularnya, Minggu (28/11/2021), menjelaskan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan Camat.

“Saya sudah BAP mereka, jadi saya akan kasih kelaur mereka yaitu sekretaris dan bendahara,” tegas Teluain.

Sementara untuk Kepala Seksi Kesejahteraan, JB, yang berperan melakukan dokumentasi, saat diambil keterangan berbelit dan terkesan membuat cerita bohong.

“Menurut dia (JB) bahwa dia foto hari selasa waktu dia pulang dari kupang, padahal waktu dia pulang itu, hari Rabu bukan Selasa. Tujuannya dia mau terlibat itu mau selamatkan dua orang,”ungkap Kades.

“Jadi saya ultimatum bahwa saya akan segera ganti mareka setelah LPJ tahun 2021. Untuk sementara nanti saya ganti 2 orang dulu, sekretaris dan bendahara dan kalau JB kasie kesejahteraan belum,” imbuhnya.

Dia mengimbau kepada seluruh perangkat desa Matanae agar tidak melakukan kesalan seperti yang dilakukan EB dan ER.

Hingga berita ini diturunkan, EB dan ER yang dikonfirmasi media ini tidak merespon.

Penulis : Mekris Ruy (Kontributor MBN Rote Ndao)

Komentar

Berita Terkait