oleh

Aksi Mahasiswa KKN Undana Imbau Masyarakat Kota Kupang Patuhi Prokes

Kupang, NTT

Mahasiswa KKN Undana tahun 2020 turun ke jalan, mengimbau masyarakat Kota Kupang agar mematuhi protokol kesehatan (Prokes), mengingat eskalasi penyebaran Covid 19 di Kota Kupang makin tinggi.

Aksi tersebut digelar mahasiswa kelompok 170 dan 171 sebanyak 22 orang di perempatan Jalan Palapa, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Senin (7/12/2020) pagi, melibatkan 4 orang staf kelurahan Oebobo dan 2 orang anggota kepolisian.

Waldy Saputra Rohi, di sela – sela kegiatan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada warga Kota kupang tentang peraturan Walikota Kupang No.09 tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 diwilayah Kota Kupang.

“Bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker kami tahan kemudian diberi pemahaman tetang bahaya Covid 19 dan pentingnya penerapan ptotokol kesehatan”, jelas Waldy.

Selain diberi pemahaman, lanjut Waldy, mahasiswa juga membagikan masker dan selebaran yang berisi Perwalkot, kepada mereka (masyarakat red) yang tidak menggunakan masker.

Dikatakan Waldy, hal sedehana yang harus dilakukan oleh masyarakat untuk mencegah penyebaran Covid 19 yakni 4 M.

“Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, dan Menghindari kerumunan”, jelasnya.

Lebih lanjut Waldy menjelaskan, untuk pelaku usaha diwajibkan menyiapkan sarana dan prasarana 4M bagi Karyawan dan pengunjung yang datang.

Terkait sanksi yang tertuang di dalam Perwali No.09 tahun 2020, Daryanda V. E. C. Nalle, menjelaskan, bagi perorangan akan diberikan teguran berupa teguran lisan atau teguran tertulis, melakukan pekerjaan sosial, dan denda administratif paling banyak Rp100 ribu.

Sedangkan sanksi bagi pelaku usaha yaitu akan diberikan teguran lisan atau teguran tertulis, penghentian sementara operasional usaha yang dimiliki, pencabutan izin usaha, dan denda administratif paling sedikit Rp500 ribu dan paling banyak Rp10 juta.

“Walaupun semua kelurahan di Kota Kupang masuk zona merah tapi masih banyak orang yang belum patuh pada protokol kesehatan”, ungkap Daryanda.

Dia berharap pemerintah secara rutin melakukan sosialisasi tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan serta lebih tegas melakukan penindakan bagi masyarakat yang sengaja mengabaikan protokol kesehatan. (MBN01)

Komentar