oleh

Leo Lelo Kader Loyal, Jeriko “Pasang Dada” Saat KLB, Siapa Pilihan DPP Demokrat?

Kupang, NTT

Gong pemilihan ketua DPD Partai Demokrat NTT telah ditabuh. Dua kader terbaik partai berlambang bintang mercy itu telah mendaftarkan diri sebagai calon ketua Demokrat NTT.

Kedua calon yang telah mendaftarkan diri yakni Leonardus Lelo, anggota DPRD Provinsi NTT dan Jefri Riwu Kore, Wali Kota Kupang (Incumben).

Masing – masing kandidat mengklaim dukungan mayoritas dari DPC Demokrat se NTT.

Jeriko mengklaim dukungan 12 dari 22 DPC. Sementara rivalnya, Leo Lelo juga mengklaim dukungan dari 12 DPC. Lalu, apakah ada DPC yang “bermain dua kaki”?

Kendati dukungan DPC sebagai representasi dari suara akar rumput, namun keputusan DPP akan menjadi penentu siapa yang memimpin DPD Demokrat NTT periode 2021 – 2026.

Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, dan Pengamat Sosial Undana Kupang, Dr. Lasarus Jehamat, yang dihubungi terpisah, Minggu, (12/9) berpendapat bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat mesti milih kader yang loyal dan memiliki kinerja yang baik, untuk memimpin DPD Demokrat NTT.

Dr Ahmad Atang menilai, Jefri Riwu Kore lebih layak memimpin DPD Partai Demokrat NTT lima tahun ke depan. Pasalnya, Jeriko sudah menciptakan suasana sejuk di kalangan DPD Demokrat NTT, saat terjadi polemik Konferensi Luar Biasa (KLB) beberapa waktu lalu.

Ahmad Atang menegaskan, keputusan DPP Demokrat harus mempertimbangkan polemik KLB yang terjadi beberapa waktu lalu terjadi, sebagai bukti loyalitas tanpa batas.

“Demokrat hari ini beda dengan Demokrat lima tahun lalu, kalau kita lihat dinamika yang terjadi di internal Demokrat ini maka keputusan pemimpin Demokrat di daerah harus melihat peluang politik ke depan,” tandasnya.

Menurut Atang, DPP Demokrat harus berhati-hati dalam mengambil keputusan, agar kader yang diberikan mandat untuk memimpin DPD Demokrat, mendukung keputusan Cikeas.

Baca Juga:  Abaikan Protokol Kesehatan, Didenda Hingga Rp10 Juta

“Loyalitas Jefri Riwu Kore kepada kubu Cikeas saat terjadi KLB kemarin itu sangat nampak, sehingga menjadi credit poin baginya,” katanya.

“Walaupun Leo Lelo tidak diragukan lagi loyalitasnya terhadap partai, kedua kandidat yang sedang mengklaim dukungan ini mereka tentu harus ada sikap terbuka kompromi bahwa siapa yang didukung DPP harus didukung agar menghindari adanya konflik internal di tengah polemik yang berkembang,” imbuhnya.

Ia menambahkan, dua kandidat itu harus secara elegan agar menerima putusan DPP nanti. Jika Jefri Riwu Kore yang dipilih DPP maka Leo Lelo harus mendukung, begitupula sebaliknya agar loyalitas merek terhadap partai itu tidak surut.

Sementara Lasarus Jehamat berpendapat, jika ingin organisasi politik sehat, maka ada dua hal yang harus dibaca, yakni kinerja partai politik secara kelembagaan dan kinerja pemimpin partai politik.

“Dua elemen ini diukur dengan misalnya kinerja partai dalam mendorong kadernya lolos menjadi anggota dewan atau meloloskan kadernya menjadi pemimpin politik,” ugkap Lasarus.

Ia meminta kader-kader Demokrat NTT khususnya yang berhak memberikan suara dalam Pemilihan Ketua DPD Demokrat NTT agar menjadikan dua variabel itu sebagai dasar untuk menentukan pilihan politiknya untuk memilih Ketua DPD Demokrat NTT.

“Saya tidak bisa menentukan siapa yang paling berpeluang. Tapi satu yang pasti, kalau mau organisasi politik sehat, dua hal yang harus dibaca. Pertama, kinerja parpol secara kelembagaan dan kedua,  kinerja pemimpin parpol. Dua elemen ini diukur dengan misalnya kinerja partai dalam mendorong kadernya lolos menjadi anggota dewan atau meloloskan kadernya menjadi pemimpin politik. Silakan teman-teman Partai Demokrat membaca dua variabel ini untuk menentukan siapa yang pantas menjadi ketua DPD 1,” paparnya.

Baca Juga:  Pemkot Kupang Serahkan Bantuan Beras untuk 22.518 KPM Dampak PPKM Mikro

Menurut dia, DPP Demokrat harus melihat dukungan akar rumput dan bukan karena kuat kuasa DPP Pusat untuk menentukan calon. Kader yang dipilih itu harus memiliki kompetensi dan kemampuan memimpin.

“Berkaitan dengan pencalonan ketua DPD dimana pun, saya kira catatan juga harus diberikan ke pengurus DPP Pusat. Kalau pusat hanya melihat jejaring seseorang atau status seseorang untuk menjadi pimpinan partai di tingkat lokal, partai itu akan gagal nanti. Menurut saya, yang harus dilihat ialah dukungan akar rumput dan bukan karena kuat kuasa DPP Pusat untuk menentukan calon,” pungkasnya. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait