oleh

Gugatan Diterima, Amapedo Minta MK Diskualifikasi ‘Orient – Thobias’

Kupang, NTT

Gugatan masayarakat Sabu Raijua, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Demokrasi (AMAPEDO) terhadap Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sabu Raijua (Sarai), di Mahkama Konstitusi (MK) resmi diterima dan didaftarkan dalam perkara 138.

Dalam gugatan tersebut, Amapedo meminta MK mendiskualifikasi pasangan calon nomor urut 2 yang telah ditetapkan oleh KPU Sabu Raijua karena dinilai cacat formil.

Kuasa Hukum Amapedo, Yafet Yosafet Wilben Rissy, SH, M.Si, LLM., PhD, Jumat (19/2/2021) kepada wartawan menjelaskan, dengan adanya fakta baru yang secara jelas terkait kewarganegraan Asing (Amenka Serikat) yang dipegang oleh Bupati Terpilih Sabu Rajua setelah tahapan penyelenggaraan pemilihan berakhir berdasarkan Surat dari Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia.

Fakta baru tersebut, lanjut Yafet Yosafet, merupakan resultante dari ketidakcermatan KPUD Sabu Raijua dalam meneliti dan memeriksa syarat pencalonan Bupati Sabu Raijua yang kemudian telah meloloskan warga negara Amerika Serikat atas nama Orient Patriot Riwu Kore untuk mengikuti tahapan penyelenggaran pemilihan hingga penetapan Bupati Terpilih.

“Dengan demikian, penetapan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Sarai Nomor 2 oleh KPU Sarai Cacat Formil. Karena itu penetapan calon dan keputusan lanjutan lainnya haruslah dinyatakan batal demi hukum atau Null And Void atau Void Ab Initio,” tegasnya.

Disebutkan Yafet Yosafet, ide dan atau tindakan untuk melantik seseorang yang telah secara kasat mata diketahui sebagai Warga Negera Asing menjadi pejabat publik untuk jabatan apapun, merupakan perbuatan yang melawan konstitusi, hukum dan moral serta menciderai rasa keadilan dan demokrasi.

Menurutnya, ada kebuntuan hukum ataupun kekosongan hukum untuk menyelesaikan persoalan ini baik melalui sengketa TUN pemilihan ke Mahkamah Agung, sengketa antara peserta pemilihan dan penyelenggara pemilihan melalui Bawaslu, serta sengketa hasil suara di Mahkamah Konstitusi sesuai peraturan perundangan yang beriaku saat ini (existing regulations).

Oleh karenanya, lanjut Yafet, untuk memecahkan kebuntuan dan kevakuman hukum (rechtsvacuum) ini, berdasarkan kewenangan konstitusonal (consfitutional entrusted powers) yang dimilikinya dan fungsinya sebagai the positive legislator, dimohonkan agar Mahkamah Konstitusi melakukan recthsvinding untuk memeriksa dan mengadili permohonan Para Pemohon antara lain menunda dan/atau membatalkan Pelantikan Bupati terpilih Sabu Raijua.

“Selain membatalkan pelantikan, kami juga meminta MK membatalkan Keputusan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sabu Raijua Terkait Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua pada 23 September 2020,” pungkasnya.

Yafet Yosafet memohon kepada MK agar mendiskualifikasi Pasangan Calon Nomor Urut 2 atas nama Orient Patriot Riwu Kore dan Ir. Thobias Uly, M.Si. dalam Pemilihan Umum Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua tahun 2020.

Selain itu, MK diminta untuk menetapkan agar Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sabu Raijua melakukan Pemungutan Suara Ulang pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Sabu Raijua Tahun 2020 dalam waktu selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sejak putusan Mahkamah Konstitusi ditetapkan. Dan, memerintahkan kepada Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sabu Raijua untuk melaksanakan putusan ini,” katanya. (MBN01/SI)

Komentar