oleh

Kabar Baik untuk Peternak NTT, Rumput Odot Berhasil Dikembangkan di Kabupaten Kupang

Kupang, NTT

Kabar gembira untuk peternak di Nusa Tenggara Timur. Rumput Odot dan Lamtoro Teramba berhasil dikembangkan di lahan kering di Kabupaten Kupang.

Kepala UPT Pembibitan Ternak dan Pakan Ternak Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Bambang Permana, kepada awak media, Jumat (19/2/2021) mengatakan pengembangan bibit Rumput Odot dan Lamtoro Teramba tidak terlalu sulit karena, dua jenis pakan ini dapat bertahan di kemarau.

“Masa panen Rumput Odot dari masa tanam hingga panen membutuhkan waktu 3 bulan dan panen selanjutnya hanya membutuhkan waktu 2,5 bulan saja. Tanaman ini juga tidak membutuhkan banyak air,” jelas Bambang.

Lebih lanjut Bambang menjelaskan, dari 1 stek rumput odot yang ditanam dapat menghasilkan 10 – 15 kilogram pakan. Dengan demikian untuk penggemukan 1 ekor sapi seberat 300 kg, hanya membutuhkan 3 stek rumput odot saja.

“Tentu ini sangat membantu para peternak,” katanya.

Selain itu, menurutnya dengan pengembangan rumput Odot dapat memingkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Kita dapat menekan pengeluaran dana APBD dan menambah Pendapatan Asli Daerah (PAD), dengan penjualan bibit rumput Odot seharga Rp.200/stek,” ujarnya.

Ditempat yang sama, ketua kelompok tani Wartawan Bersinergi, Arif Bait, mengatakan pihaknya tertarik untuk mengembangkan rumput Odot.

“Kami beli 1000 stek untuk dikembangkan di atas lahan seluas 20 hektar di wilayah Camplong II,” terang Arif.

Selain rumput Odot, Arif menjelaskan, pihaknya juga sudah mengembangkan Lamtoro Teramba di atas lahan binaan Wartawan NTT seluas 72 Hektar di Camplong II, tepatnya di Oel Oben.

“Ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap program TJPS yang dicanangkan pak Gubernur. Selain jagung, kami juga kembangkan pakan ternak di atas lahan binaan kami,” tutup CEO media online Kupang Media itu. (MBN01/tim)

Komentar