oleh

“Predator” Anak di Rote Terancam 15 Tahun Bui

Rote Ndao, NTT

HL (65), predator anak yang tega menggagahi seorang bocah berusia 6 tahun di Kabupaten Rote Ndao, akhirnya dibekuk anggota kepolisian dari Polsek Rote Barat tanpa perlawanan. Atas perbuatannya, HL terancam pidana kurungan selama 15 tahun penjara.

Kasubbag Humas Polres Rote Ndao, Aiptu. Anam Nurcahyo, menjelaskan, setelah pihaknya menerima laporan dugaan percabulan anak maka pelaku langsung diamankan.

“Usai kejadian pelaku langsung diamankan dan saat ini terduga pelaku telah di dalam Rutan Mapolsek Rote Barat,” jelas Aiptu Anam.

Menurut Aiptu Anam, terduga pelaku akan dijerat dengan Pasal 82 ayat ( 1 ) Jo. Pasal 76 E UU. RI. Nomor 23 tahun 2002, Tentang Perlindungan Anak, yang telah diubah dengan UU. RI. Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan atas UU.RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak Sebagaimana diubah dengan UU. RI nomor 17 tahun 2017 Tentang Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang 01 tahun 2016 Tentang Perubahan kedua atas UU. RI nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

“Ancaman hukuman minimal 5 Tahun dan paling tinggi 15 tahun penjara,” jelasnya.

Sementara korban percabulan diberikan pendampingan trauma healing. Sedangkan Bhabinkamtibmas melakukan penggalangan dan pendekatan kepada keluarga korban agar tidak melakukan hal-hal melanggar hukum akibat kejadian tersebut.

Sebelumnya diberitakan, HL, Seorang pria berusia 65 tahun di Dusun Oelolot, Desa Oelolot, Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao, tega mencabuli seorang bocah berusia 6 tahun. HL diduga dalam pengaruh minuman keras.

Kejadian tersebut bermula saat korban dan teman – temannya bermain di halaman rumah korban.

Pelaku yang melintas kemudian mengajak bocah 6 tahun itu ke rumahnya. Tanpa curiga, bocah tersebut ikut ke rumah pelaku.

Saat tiba di rumah pelaku, korban langsung dibawa ke tempat tidur lalu pelaku membuka pakaian korban, kemudian mencubit alat vital korban yang mengakibatkan korban menangis kesakitan.

Saat itu pelaku sempat menampar pipi kanan korban sebanyak satu kali sehingga korban menangis kesakitan.

Mendengar teriakan korban, seorang teman korban yang saat itu berada di sekitar lokasi, langsung mendatangi rumah pelaku.

Agar perbuatannya tidak diberitahukan ke siapapun, pelalu memberikan uang sebanyak Rp50 ribu kepada teman korban yang memergoki perbuatan pelaku.

Kendati demikian, bocah tersebut mengajak seorang temannya dan melaporkan kejadian tersebut kepada ibu korban.

Ibu korban naik pitam mengetahui putrinya dicabuli HL. Dia kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Rote Barat dengan Laporan Polisi : LP / B / 13/ X / 2021 / Sek RB / RND / Polda NTT, tanggal 21 Oktober 2021. (MBN01).

Komentar

Berita Terkait