oleh

Sempat Buron, Terpidana Johanis Mesah Akhirnya Diringkus Tim Tabur Kejati NTT

Kupang, NTT

Terpidana kasus korupsi PLTS Rote Ndao pada tahun 2014, Johanis Mesah, diringkus tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), di Jln Hans Kapitan, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (23/3/2021).

Terpidana korupsi kasus korupsi PLTS Tahun 2014 ini ditangkap di kediaman orang tuanya di wilayah Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang. Usai diamankan, terpidana langsung digiring ke kantor Kejati NTT.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim mengatakan terpidana masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Kabupaten Rote Ndao sejak beberapa bulan lalu.

Dalam amar putusan kasasi, majelis hakim menyatakan terdakwa Johanis Mesah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

Majelis hakim menjatuhkan pidana penjara terhadap terdakwa selama empat tahun. Terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp. 200 juta subsidair enam (6) bulan kurungan.

Majelis hakim juga menjatuhkan pidana tambahan dimana terdakwa diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 607. 947. 512, 65, dengan ketentuan, apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti setelah putusan hakim berkekuatan hukum tetap, maka seluruh harta terdakwa akan disita untuk dilelang guna menutupi kerugian keuangan negara. Apabila itupun tidak mencukupi, maka akan ditambah dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Menurut dia, dalam kasus ini terpidana telah menitipkan uang kompensasi kepada jaksa penuntut umum sebesar Rp169. 500. 000, sehingga kerugian keuangan negara menjadi Rp438,497,512, 65.

“Terpidana akan dimasukan ke Lapas Kelas II B Kupang,” ujar Abdul Hakim. (MBN01)

Komentar