oleh

Ada “Aroma Mayat” di WC Umum Taman Nostalgia

Kota Kupang, NTT

Sebuah fenomena baru yang sangat menjijikan di balik keindahan Taman Nostalgia Kupang.

Taman yang sepintas nampak asri dengan pepohonan yang rindang, ternyata menyimpan aroma “mayat” yang sangat menyengat.

Taman yang biasanya dijadikan tempat rekreasi masyarakat kota kupang itu tidak dirawat dengan baik.

WC umum yang terletak di samping gong perdamaian itu kondisinya sangat memperihatinkan.

Sekilas dari luar nampak megah tetapi pemandangan di dalamnya sungguh menjijikan.

Toilet umum tersebut terdapat 2 bilik. Bak air di dalam 1 bilik dibiarkan kering sementara bak lainnya terisi air yang sudah dipenuhi jentik nyamuk dan sampah.

“Aroma Mayat” begitu menyengat. Kloset di dua bilik WC umum itu dipenuhi kotoran manusia. Bahkan berceceran di lantai.

Pemandangan buruk dan aroma mayat tersebut sudah berlangsung sejak lama namun sepertinya diabaikan.

Tak hanya itu, di ujung barat tepatnya di depan toko Keagungan, sampah menumpuk, bahkan meluber hingga menutupi saparuh jalan.

“Pemandangan ini sudah lebih dari satu minggu”, ujar Adrian, salah satu warga yang kebetulan melintas.

Tempat tersebut, lanjut Adrian, sampah tak hanya ada di dalam bak sampah tetapi tumpah ruah ke mana – mana.

“Kalau bisa dinas kebersihan segera angkat, ini bisa jadi penyakit, apalagi ini kan musim hujan, banyak lalat, baunya sangat menyengat”, pinta Andrian.

Dia juga meminta pemerintah bisa menertibkan tempat ini agar sampah tidak berserakan dan menjadi momok.

“Ini kan ruang publik yang seharusnya tetap bersih dan asri. Setiap sore orang – orang jogging di sini, harusnya kebersihan tempat ini menjadi prioritas perhatian pemerintah”, pungkasnya.

Dia juga mengeluhkan kondisi WC umum yang tidak terawat dan mengeluarkan aroma tidak sedap.

“Saya pernah lari sore terus mau buang air kecil, saya ke toilet dan astaga jorok dan bau sekali, saya sampai muntah – muntah”, ujar Adrian.

Dia berharap, pemerintah dan masyarakat bersama – sama memelihara fasilitas umum yang ada sehingga bisa bermanfaat.

“Jangan hanya dibangun dan dibiarkan begitu saja, tolong diatur sehingga toilet umum itu bisa bermanfaat sesuai peruntukanya saat dibangun”, ujarnya. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait