oleh

Tak Kunjung Dinikahi, Seorang Perempuan di Kupang Meja Hijaukan Kekasihnya

-Hukrim-1.588 views

Kupang, NTT

Seorang perempuan muda belia di Kota Kupang, berinisial KS mengadukan kekasihnya AA ke Meja Hijau (Pengadilan-red) dan menuntut ganti rugi sebesar Rp1 Miliar karena tak kunjung dinikahi.

Tuntutan ini dilayangkan KS dan keluarganya ke Pengadilan Negeri Klas 1A Kupang, lantaran merasa dipermainkan dan ditipu oleh kekasihnya AA. Pasalnya, AA dan keluarganya sudah berulang kali bertemu KS dan keluarganya, bahkan menyepakati waktu pernikahan, namun semua berakhir dusta. Mirisnya, KS saat ini sedang berbadan dua.

Kuasa Hukum penggugat, Yosep Sanam, kepada Wartawan, Kamis (19/11/2020) mengatakan, kedua pasangan pertama kali saling kenal sejak tahun 2018, dan berlanjut hingga tahun 2020.

Setelah itu, hubungan KS dan AA berlanjut hingga tahap pertemuan keluarga secara adat, dimana AA memberikan sebuah cincin emas kepada KS untuk persiapan menikah.

“Pertemuan tersebut tanggal 13 April 2020, keluarga pria ke rumah wanita untuk menyatakan kesiapan dan bertanggung jawab dengan penggugat. Selanjutnya, tanggal 17 Juli 2020, dijadwalkan pertemuan kedua sekaligus mempersiapkan pernikahan,” jelas Yoseph Sanam.

Dalam kesepakatan keluarga tanggal 13 April 2020, prosesi peminangan dan pernikahan dilaksanakan pada bulan Agustus 2020, namun hingga saat ini, keluarga AA tak kunjung mendatangi keluarga KS.

Alasannya, juru bicara keluarga pria tengah dalam kesibukan, sebab Jubir tersebut merupakan salah satu anggota DPRD Kota Kupang.

“Pihak keluarga tidak mengetahui dan menunggu hingga pada akhirnya keluarga perempuan ke rumah pria untuk menanyakan alasan. Orang tua pria mengatakan kalau jubirnya sedang sibuk,” jelas Sanam.

Merasa dikecewakan, keluarga perempuan selanjutnya meminta keluarga pria bertemu kembali, guna membuat kesepakatan tertulis sehingga proses pernikahan segera dilaksanakan.

Pasca pertemuan, keluarga kedua belah pihak sepakat agar pernikahan dilangsungkan pada bulan September 2020. Dengan catatan, apabila pihak keluarga pria melanggarnya, maka masalah tersebut akan dilanjutkan ke ranah hukum.

Baca Juga:  Video : BPJN X Siapkan 18 M untuk Tuntaskan Jalan Lingkar Luar Kupang

“Namun janji tertulis itu tidak juga ditepati. Mempelai pria justru berbohong ketika didatangi keluarga perempuan ke sekolah tempat ia mengajar,” ungkap Sanam.

Penasehat Hukum, Yosep Sanam menjelaskan, tindakan keluarga AA tersebut telah melanggar kaidah hukum Yurisprudensi MA RI melalui putusan MA NO. 3191 K/Pdt/1984, tanggal 8 Januari 1986.

Yang mana atururan tersebut mengatur tentang pelanggaran norma kesusilaan dan kepatuhan dalam masyarakat dan merupakan perbuatan melawan hukum karena sangat merugikan pihak lain.

“Ada kerugian materil dan moral. Perempuan ini sudah hamil. Sudah pasti ia akan dikucilkan di lingkungan. Sejak awal laki – laki ini datang dan mau bertanggung jawab, berbicara di hadapan orang tua perempuan, namun faktanya tidak ia tepati. Alasannya jubir sedang sibuk,” sebutnya.

Ia juga menyayangkan ketidaktegasan dari juru bicara keluarga laki – laki yang cenderung mengabaikan kesepakatan bersama, bahkan membatalkan sepihak tanpa memberitahukan kepada keluarga perempuan.

“Juru bicara itu kunci. Kalau alasan jubir sibuk, ya sampaikan sejak awal. Keluarga perempuan sudah menunggu, lalu tiba-tiba dibatalkan. Terus persiapan-persiapan ini untuk apa, ini sangat merugikan. Tidak hargai sama sekali,” ucap Yosep.

Dalam permohonan kepada Ketua Pengadilan Negeri Klas 1A sebanyak 11 point tuntutan, pihaknya meminta agar surat tersebut dapat diterima dan selanjutnya akan disidangkan.

“Sebagai  tuntutan yg kami minta untuk sita jaminan tanah tergugat dan rumah orang tua tergugat untuk jadi jaminan, sementara tuntutan ganti rugi satu miliar lima belas juta,” tandas Yosef Sanam.

Yosef Sanam menambahkan, saat ini sedang dilakukan sidang mediasi kedua, pada Rabu (18/11/2020) yang hanya dihadiri AA, dan ibunya. Sedangkan ayah AA dan juru bicara tidak menghadiri agenda tersebut.

Baca Juga:  Warga TDM Kupang Keluhkan Penerangan Jalan

Sidang akan dilanjutkan pada tanggal 25 November 2020 mendatang dengan agenda mediasi pengugat dan tergugat. (*/MBN01/NM)

Komentar