oleh

9 Hari Jabat Kapolresta, Kombes Krisna Ungkap Kasus Penganiayaan Wartawan di Kupang

Kupang, NTT

Setelah serah terima jabatan sebagai Kapolresta Kupang Kota pada tanggal 28 April 2022, Kombes Pol Rishian Krisna Budiaswanto, diperhadapkan dengan kasus penganiayaan seorang wartawan media online di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai bentuk komitmen dalam menjalankan tugas sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, Kapolresta Kupang Kota memberi atensi khusus pada kasus premanisme tersebut.

Kombes Krisna bersama tim penyidik, mendeteksi keberadaan para tersangka kemudian melakukan penangkapan.

Satu orang tersangka berhasil di tangkap di Kota Kupang, sementara 5 tersangka lainnya sempat lolos.

“Tanggal 29 kita mengidentifikasi salah satu tersangka kemudian kita dalami dan ditindaklanjuti dengan pemantauan. Dari jejak digital yang kita deteksi, 4 orang tersangka berada di Samarinda Kalimantan Timur, ” jelas Kapolresta.

Lebih lanjut dijelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Polda Kaltim untuk melakukan penangkapan terhadap para tersangka.

“Yang kita identifikasi sebagai tersangka ini diketahui sudah membeli tiket menuju Jakarta,” jelas Kombes Krisna.

“Alhamdulillah, berkat doa dari seluruh masyarakat, akhirnya mereka dapat diamankan dan kemarin pagi kita bawa dari Balikpapan menuju Kupang melalui Bandara Eltari,” imbuhnya.

Hingga saat ini, tersangka yang diamankan sebanyak 5 orang dengan inisial N, M, P, MD, dan J. Sedangkan 1 orang tersangka lainnya masih buron.

“Barang bukti yang kita amankan, disamping yang kita peroleh di TKP juga beberapa alat komunikasi yang kita amankan,” terang Kombes Krisna.

Terkait motif dari kasus pengeroyokan dan penganiayaan tersebut, menurut Kapolresta maaih sedang didalami.

“Hingga saat ini sudah 9 orang saksi kami ambil keterangan dan akan kami dalami terus hingga kasus ini terang benderang,” tandasnya.

Atas perbuatan tersebut, para tersangka disangkakan dengan pasal 170 KUHP junto pasal 55.

Kapolresta Kupang Kota menegaskan, pihaknya tidak akan main – main dengan persoalan premanisme di Kota Kupang.

Komentar

Berita Terkait