oleh

Cinta Julie Laiskodat Terbangkan Yovita Mariati Menapaki Permadani Istana Negara

Jakarta

Istana Negara bukan sembarang tempat. Menatap megahnya gedung tersebut dari kejauhan saja, sudah merupakan sebuah kebanggan, apalagi hingga menapaki halaman istana.

Demikian halnya dengan seorang kader posyandu dari pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT), tepatnya di Kelurahan Nangalimang, Kabupaten Sikka.

Yovita Mariati, begitulah nama lengkap kader posyandu yang mendapatkan penghargaan dari Presiden Jokowi atas pengabdiannya menjadi kader posyandu selama 36 tahun tanpa diberi gaji.

Perempuan hebat kelahiran Baluele, 3 Juni 1967, tidak menyangka akan menapaki Istana Negara dan mendapat penghargaan dari Presiden Joko Widodo sebagai perempuan berjasa dan berprestasi dibidang kesehatan.

Kendati demikian, tak mudah bagi Yovita untuk tiba di istana negara. Kabar gembira itu bahkan membuatnya kebingungan.

Dalam kekalutannya, Kartini NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, dengan penuh cinta dan keiklasan, memfasilitasi pahlawan kesehatan itu hingga menyentuh permadani Istana Kepresidenan.

Peringatan Hari Kartini ke-44 kemarin, menjadi momentum paling bahagia bagi Isteri Gubernur NTT itu, karena masih diberi kesempatan oleh yang Maha Kuasa untuk terus menebar kebaikan.

Sementara, bagi Yovita Mariati, momentum tersebut adalah goresan sejarah yang tidak akan terlupakan selama deru napas masih berhembus.

“Saya rasa bangga sekali bisa bertemu dengan Presiden Jokowi dan Ibu negara Iriana Jokowi. Penghargaan itu langsung diserahkan pak Jokowi kepada saya,” ujar Yovita penuh haru.

Yovita menjelaskan, disela penyerahan pengharagaan tersebut, Ibu Negara, Iriana Jokowi berpesan kepadanya, agar terus mengabdikan bagi masyarakat di bidang kesehatan.

“Pak Jokowi dan ibu Iriana berpesan kepada saya untuk terus berkarya di bidang kesehatan. Pada saat itu saya langsung jawab siap,” kenang Yovita bersemangat.

Sementara itu, Ketua Dekranasda NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, yang ikut mendampingi Yovita Mariati, mengatakan, hari Kartini mesti dimaknai sebagai momentum untuk perempuan – perempuan NTT berkarya di bidangnya masing – masing.

“Bagi saya, Hari Kartini itu selalu kita mengenang tentang ibu kita, ibu Kartini. Tetapi kita sebagai kaum perempuan khususnya perempuan Nusa Tenggara Timur, saya berharap bahwa kita menjadi Kartini-Kartini dengan melakukan banyak perjuangan untuk menjadi pahlawan di zaman sekarang,” ujarnya.

Anggota DPR RI dari Fraksi Nasdem itu yakin bahwa banyak sekali perempuan di NTT ini bisa menjadi pahlawan untuk memperjuangkan apa saja yang sesuai dengan bidangnya.

Dia mencontohkan, ibu Yovita Mariati, yang oleh karena perjuangannya sebagai kader posyandu selama 36 tahun dan tidak mendapatkan gaji, akhirnya diundang ke Istana Negara dan mendapat penghargaan di bidang kesehatan oleh Ibu Negara, Iriana Joko Widodo pada peringatan Hari Kartini.

Terhadap apa yang dilakukan dan diterima oleh ibu Yovita ini, Julie Laiskodat berharap agar kaum perempuan di Nusa Tenggara Timur semakin termotivasi untuk bisa melakukan hal-hal positif yang berguna bagi masyarakat dan terus menjadi pahlawan seperti Kartini.

“Carilah potensi-potensi yang ada, gelutilah potensi yang ada dan kembangkanlah potensi-potensi tersebut. Kami dari Pemerintah khususnya PKK dan Dekranasda ada di belakang ibu – ibu Kartini Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Sementara itu, berkaitan dengan tantangan kaum perempuan NTT kedepan, Anggota DPR RI Dapil NTT ini menekankan tidak ada yang perlu ditakuti.

Menurut dia, seiring dengan perkembangan zaman dan semakin geliatnya gender, perempuan terus diberi ruang untuk berekspresi dalam berbagai bidang seperti politik, pendidikan, pertanian, peternakan, kesehatan dan perekonomian, ujar Julie Laiskodat.

Untuk diketahui, Yovita Mariati perempuan asal Kabupaten Sikka terpilih menjadi salah satu dari 10 perempuan Indonesia yang menerima penghargaan dari Ibu Iriana Joko Widodo dan Ibu Wury Ma’ruf Amin beserta anggota Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Indonesia Maju (OASE KIM) pada peringatan hari Kartini, Kamis (21/04/2022) di Istana Negara, Jakarta. Yovita Mariati terpilih sebagai penerima penghargaan karena pengabdiannya yang tanpa pamrih dalam bidang kesehatan di daerah terpencil. (*)

 

Komentar

Berita Terkait