oleh

Proses Lelang Proyek Irigasi Wae Ces Terindikasi Curang, Dirut CV Lois Bakal Lapor Polisi

Kupang, NTT

Proses pelelangan proyek rehablitasi jaringan irigasi D.I. Wae Ces 1-4 (2.750 Ha) di Kabupaten Manggarai (DAK) yang bersumber dari APBD Provinsi NTT tahun 2022 dinilai tidak fair alias curang.

Direktur CV Lois Permai Sentosa, Alosius Gambut, kepada awak media, Jumat (23/4/2022) mengatakan pihaknya mulai mengendus upaya kecurangan tersebut dengan perpanjangan selama 4 kali pada masa sanggahan.

“Sejak awal memang saya sudah menduga ada kecurangan pada proses ini,” kata Alosius.

Menurut Alosius, pihaknya digugurkan oleh panitia dengan dalih tenaga K3 miliknya merupakan pegawai tetap di perusahaan lain.

“Saya unggah surat sanggahan itu tanggal 17 jam 21 malam. Sesuai dengan permintaan pada tahap evaluasi,” katanya.

Selain mengunggah melalui aplikasi pada laman LPSE NTT, Lois menegaskan, esok harinya Ia juga mendatangi kantor LPSE untuk mengantarkan hard copy surat sanggahan.

“Anehnya, pada tanggal 18 siang, saat saya mengecek pada laman yang sama, file yang sebelumnya diunggah berisi surat sanggahan sudah berubah menjadi draf satuan harga pada proyek irigasi di Sumba,” tandas Alosius.

Karena mengetahui keanehan tersebut, Aloisius mendatangi kantor LPSE untuk meminta agar file surat sanggahannya bisa diunggah kembali, namun permintaannya ditolak.

“Mereka bilang tidak bisa karena hanya bisa unggah satu kali,” ujarnya.

Lois menegaskan, bukan soal menang atau kalah dalam lelang proyek, namun profesionalisme harus dikedepankan dalam proses tersebut.

“Bukan berarti saya mau sekali proyek itu tapi saya mau kita kerja profesional. Bersaing juga profesional,” ungkapnya.

Dia menegaskan, jika pihak LPSE tidak memberikan penjelasan secara rinci terkait persoalan tersebut maka pihaknya akan membawa masalah ini ke aparat penegak hukum.

“Saya akan buat laporan ke inspektorat dan polisi kalau persoalan ini mereka tidak berikan penjelasan kepada saya,” tutup Aloisius.

Komentar

Berita Terkait