oleh

Nikodemus Rihi Heke Ukir Sejarah, Sabu Raijua Pertama Kali Raih WTP

Kupang, NTT

Nikodemus Rihi Heke mengukir sejarah baru dalam sistem pengelolaan keuangan negara di Kabupaten Sabu Raijua. Betapa tidak sejak Kabupaten yang dijuluki Negeri Sejuta Lontar itu berdiri sendiri, baru kali ini mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI.

Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) diberikan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Kabupaten Sabu Raijua tahun 2020.

Untuk diketahui pengelolaan keuangan daerah tahun anggaran 2020, masih dalam masa kepemimpianan Nikodemus Rihi Heke sebagai Bupati.

Nikodemus saat ini merupakan salah Calon Bupati yang diusung Partai Nasdem, PKB dan Partai Demokrat pada Pemungutan Suara Ulang ( PSU) mendatang.

Penjabat Bupati Sabu Raijua, Doris A Rihi mengatakan WTP yang diterima oleh Sabu Raijua merupakan pertama kalinya sejak kabupaten itu dibentuk. Kepala Biro Tata Pemerintah Setda NTT ini mengatakan WTP tersebut merupakan sebuah hal yang membanggakan.

” Untuk Pertama Kali Pemda Sabu Raijua dapat Predikat WTP atas Lapora Hasil pemeriksaan Keuangan Pemda Sabu Raijua Tahun anggaran 2020. Tentu menjadi prestasi yang membanggakan dan sebagai bentuk pengakuan Negara bahwa kinerja pengelolaan keuangan dan aset di Sabu Raijua sangat baik,” Kata Doris kepada media, Rabu, 30/01/2021.

WTP itu kata dia selain menjadi kebanggaan juga menjadi tantangan bagi Pemerintah Daerah Sabu Raijua untuk mempertahankan predikat tersebut di tahun mendatang.

Ia menjelaskan dalam laporan tersebut masih terdapat rekomendasi yang harus ditindaklanjuti oleh Pemerintah Sabu Raijua. Dan pemda sangat siap untuk menindaklanjuti semua itu sebagai bentuk pertanggungjawaban publik Pemda kepada daerah dan masyarakat Sabu Raijua.

Dia menjelaskan lebih lanjut sebelumnya Pemda Sabu Raijua selama 9 tahun memperoleh predikat Wajar Dengan Pengecualian dan tahun ke 10 ini baru mendapat Wajar Tanpa Pengecualian. WTP tersebut kata dia adalah prestasi yang luar biasa bagi Pemda didukung DPRD Sabu Raijua dan seluruh stakeholder. Oleh karena itu kita harus memberi apresiasi atas capaian ini karena ini merupakan keberhasilan bersama.

Baca Juga:  Golkar Berlabuh di TRP - Hegi, Takem : Wala-wala Wagga Ne Herugu Ana Rai

“Jadi ini Keberhasilan bersama demikian juga kalau ada kegagalan maka menjadi kegagalan bersama. Tidak boleh saling menyalahkan karena kita butuh Super Tim atau Tim Kuat bukan Superman,” jelasnya.

Mewakili DPRD Sabu Raijua, Harjanti Kristiani Uly pada kesempatan itu mengataka laporan hasil pemeriksaan BPK RI perwakilan NTT terhadap LKPD Kabupaten Sabu Raijua TA 2020 merupakan tugas konstitusional kepala daerah atau bupati sebagaimana yg amanatkan dalam UUD 45 dan peraturan perundangan tentang pengelolaan keuangan daerah /negara yg harus dipertanggungjawabkan

“DPRD sebagai unsur pemerintah daerah selalu terdepan dalam rangka bekerjasama, mendorong dan mengawasi pengelolaan keuangan daerah agar transparan,akuntabel untuk meningkatkan pelayanan publik,” kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD Sabu Raijua ini.

Ia menjelaskan Dewan melalui fungsi pengawasanya akan terus mengingatkan pemerintah untuk segera menindaklanjuti semua temuan-temuan BPK dalam waktu 40 hari.

Ia mengatakan DPRD Sabu Raijua memberikan terima kasih dan apresiasi kepada BPK melalui auditornya yang telah melakukan penilaian secara cermat, teliti dan obyektif.sehingga LKPD sabu Raijua TA 2020 mendapatkan WTP/wajar tanpa pengecualian.

“Ucapan terima kasih kepada bupati dan jajarannya yang telah bekerja keras. Dengan harapan jangan berpuas diri tapi tingkatkan prestasinya,’ jelas. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait