oleh

Arnol Mandala Dipolisikan Terkait Dugaan Penipuan Ratusan Juta Rupiah

Kupang, NTT

Arnol S Mandala, seorang konsultan di Kota Kupang, dilaporkan ke Polres Kupang Kota pada Rabu (17/11/2021) karena diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan uang sebesar Rp150 juta.

Arnol dilaporkan ke polisi dengan nomor laporan polisi nomor LP/B/732/XI/2021/SPKT/ Resor Kupang Kota tanggal 17 November 2021.

Benediktus Frens Bittin, melalui Kuasa Hukumnya, Johanes Kornelis Talan, mengatakan, kasus dugaan penggelapan ini sejak bulan Desember tahun 2020 lalu.

“Dia ini, pada tahun 2020 tepatnya hari Rabu tanggal 2 bulan Desember, dia (ASM) telah meminjam uang sebesar Rp150 juta dari klien saya bernama Benediktus Frens Bittin, ” kata Joko, kepada wartawan usai membuat laporan polisi, Rabu (17/11/2021) sore.

Namun, dalam perjalanan jelas Johanes, kliennya terus meminta uang ke Arnol tetapi selalu banyak beralasan.

“Klien saya terus meminta uangnya kembali tetapi selalu beralasan. Alasan bilang sabar dulu,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, saat meminjam uang tersebut, terlapor uang itu digunakan untuk membiayai proyek yang dikerjakanny.

“Dia ini adalah seorang konsultan perencana. Jadi, katanya dia membiayai beberapa proyek. Belum ada uang muka. Tapi dalam perjalanan selalu saja ada alasan,” ujarnya.

Buntut dari ketidakjelasan jawaban dari ASM, pada tanggal 1 Juli 2021, sebagai kuasa hukum korban Ia menemui ASM untuk membuat suatu surat pernyataan.

“Jadi, pada tanggal 1 Juli 2021, kami ketemu di Caffe Kopi Petir di Oebobo dan dia membuat surat pernyataan yang isinya dia bersedia membayar uang senilai Rp150 juta pada tanggal 13 Agustus 2021. Kami sepakat di situ,” katanya.

Namun, seiring berjalannya waktu, ASM tidak kunjung membayar uang korban hingga tanggal jatuh tempo.

“Dia bilang tunggu dulu, tunggu dulu. Sampai sekarang ini tidak ada kejelasan. Karena itu hari ini, saya dan klien saya bersepakat untuk membuat laporan polisi,” jelasnya.

Kendati sudah ada laporan polisi, Joko mengatakan pihaknya masih bersedia menempuh jalan damai apabila ASM beritikat baik dan mengembalikan uang kliennya.

“Saya selaku kuasa hukum berharap agar dia (ASM) secepatnya menggantikan uang klien saya,” tutup Joko. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait