oleh

Bank NTT Jangan Bodohi Publik Soal Pemulihan Rp50M dari Pembelihan MTN

Kupang, NTT

Pembelian Medium Term Note (Surat Hutang Jangka Menengah) PT Sunprima Nusantara Pembiayaan (SNP Finance) oleh Bank NTT sebesar Rp50 miliar disorot oleh fraksi-fraksi di DPRD NTT. Salah satunya adalah Fraksi PKB.

Berdasarkan BPK, investasi tersebut tersebut tidak melalui due diligence atau uji tuntas untuk menilai kinerja PT SNP. Akibatnya, Bank NTT berpotensi mengalami kerugian sebesar Rp50 miliar plus bunga kupon sebesar Rp10,5 miliar lantaran PT SNP sudah pailit.

Menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi, Pemprov NTT dalam hal ini Gubernur menjawab dengan singkat bahwa masalah pembelian MTN Rp50 miliar milik PT SNP telah selesai ditindaklanjuti oleh Bank NTT.

Anggota DPRD NTT dari Fraksi PKB Yohanes Rumat menyayangkan jawaban pemerintah yang terkesan menganggap remeh persoalan. Padahal potensi kerugian daerah dalam kasus ini, nilainya cukup besar yakni Rp50 miliar. Belum termasuk bunga kupon sebesar Rp10,5 miliar.

“Jawaban gubernur tentu berangkat dari jawaban Bank NTT. Jawaban tersebut sangat formalitas,” ujar Yohanes.

Soal langkah-langkah pemulihan, Yohanes dengan tegas mengatakan Bank NTT jangan membodohi pemerintah dan masyarakat dengan jawaban-jawaban yang sifatnya formalitas.

“Jawaban mereka sederhana, masalah ini sudah diselesaikan dan diurus oleh kurator. Kira-kira kurator mau ambil apa dari PT SNP?,” tanya Yohanes.

“Jangan bodohi publik karena jaminan yang diikat antara Bank NTT dan PT SNP tidak dalam bentuk agunan fisik seperti dalam proses kredit. Jaminan itu dalam bentuk fidusia piutang aktif yang terindikasi fiktif. Dan faktanya sekarang PT SNP sudah pailit,” ungkap Yohanes. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait