oleh

Pengacara Adhitya Nasution : Pembunuhan Astrid – Lael Diduga Direncanakan dengan Baik

Kupang, NTT

Kasus Dugaan pembunuhan sadis di Kota Kupang yang merenggut nyawa Astrid Manafe dan Lael Maccabi, memyulut perdebatan publik. Terlebihi saat tersangka Randy menyerahkan diri.

Keluarga korban mengaku kecewa dengan penerapan pasal 338 terhadap tersangka Randy.

Kuasa hukum keluarga korban, Adhitya Nasution, kepada awak media mengatakan, tidak wajar jika kasus tersebut hanya diterapkan pasal 338, sebab pembunuhan tersebut mampaknya terorganisir dengan baik.

“Pembunuhan tersebut diduga sudah direncanakan dengan baik, mulai dari penjemputan, eksekusi, hingga menyembunyikan jasad kedua korban,” jelas Adhitya.

Dia meminta penyidik Polda NTT untuk harus melihat kasus tersebut secara saksama, dan dari tingkat kesadisannya.

“Tersangka tidak cukup diganjar hanya dengan hukuman 15 tahun penjara,” tegasnya.

Dia meminta kepada penyidik Polda NTT untuk lebih transparan membuka perkara ini.

“Apabila hanya diterapkan Pasal 338 atau pembunuhan biasa saja, maka keluarga sendiri merasa tidak ada keadilan bagi keluarga korban,” ungkapnya.

Adhitya menambahkan, seluruh bukti yang sudah diserahkan kepada keluarga telah mengarah sangat jelas ke Pasal 340.

“Semua bukti sangat jelas, karena itu jika penyidik tetap menerapkan Pasal 338, maka tidak menutup kemungkinan pihak keluarga akan melakukan upaya hukum,” tegasnya. (MBN01)

Baca Juga:  Kejam, Ternyata 'Tinus Perko' Habisi Nani Welkis dengan 2 Tusukan di Leher

Komentar

Berita Terkait