oleh

Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Batulilok, Ada Potensi Tersangka Baru

Rote Ndao, NTT

Kasus dugaan korupsi dana desa (DD) tahun anggaran 2019 di desa Batulilok, Kecamatan Pantai Baru, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar, Rp447.449.615, telah menyeret kepala desa Batulilok, Suwarto, ke balik jeruji besi, pada Selasa (20/7/2021) dengan menyandang status tersangka.

Selain kepala desa Batulilok, penyidik Polres Rote Ndao juga saat ini sedang melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut dan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru.

“Masih didalami kaka, sangat mungkin ada tersangka (TSK) lain,” ungkap Kasat Reskrim Polres Rote Ndao, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (21/7/2021) malam.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, bahwa kerugian negara yang terjadi pada tahun anggaran 2019, sebenarnya terjadi pada tahun anggaran 2018, namun saat pencairan dana desa tahun anggara 2019 barulah kerugian negara itu ditutup, sehingga terbaca di tahun 2019.

Oleh karena itu, penyidik diharapkan mendalami kasus ini, agar para “mafia” dana desa Batulilok, mulai dari tahun anggaran 2018 hingga 2019 dapat terungkap.

Sebelumnya diberitakan, unit tindak pidana Korupsi, Polres Rote Ndao, resmi menahan kepala desa Batulilok, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, karena dugaan korupsi anggaran Dana Desa (DD) tahun anggaran 2019, yang mengakibatkan kerugian negara sebesar, Rp447.449.615.

Atas perbuatannya, Kepala Desa Batulilok, Suwarto, ditetapkan sebagai tersangka Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Keuangan Desa Batulilok dan resmi ditahan di Mapolres Rote Ndao, pada, Selasa tanggal 20 Juli 2021, Berdasarkan Surat perintah penahanan nomor : SP-HAN /08/Res.3.3/VII/2021/Reskrim tanggal, 20 Juli 2021.

Tersangka dikenakan Pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 uu no 31 thn 99 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (TPK) Juncto UU no. 20 tahun 2001, tentang perubahan atas UU no 31 tahun 99 tentang pemberantasan TPK dengan ancaman hukuman minimal 4 maksimal 20 tahun penjara. (MBN01)

Baca Juga:  Tersangka Dugaan Korupsi DD di Desa Lakamola dan Lifuleo Segera Ditetapkan

Komentar

Berita Terkait