oleh

Menang Prapid, Fransisco Bessi : Putusan ini Pertajam Kepemilikan Tanah oleh Marthen Konay

Kupang, NTT

Gugatan praperadilan terkait penetapan tersangka terhadap terhadap Dony Leonard Konay, Pniel Pandu dan Abdy Toasu oleh Polres Kupang Kota, atas laporan kasus pengrusakan oleh Rudy Basuki di atas lahan yang dibeli dari Juliana Konay, akhirnya dikabulkan oleh majelis hakim pengadilan Negeri Kupang tanggal 5 Juli 2021.

Dengan adanya putusan tersebut semakin mempertegas bahwa pemilik sah tanah Danau Ina dan Pagar Panjang berdasarkan putusan berdasarkan putusan Mahkama Agung (MA) No.1505 tanggal 17 Juni 2020, adalah Esau Konay/ Dominggus Konay/ Marthen Konay bukan Juliana Konay atau lainnya.

Kuasa Hukum Marthen Konay, Fransisco Bernando Bessi, SH., MH., CLA, kepada awak media, Selasa (6/7/2021) mengatakan, putusan praperadilan menjafi pegangan bagi keluarga Konay untuk mempertajam putusan perdata sebelumnya sehingga perkara tanah di keluarga Konay telah selesai.

“Bagi masyarakat yang menempati lokasi ini bisa tahu, bahwa persoalan tanah Danau Ina dan Pagar Panjang telah selesai dan berkekuatan hukum tetap,” tegas Fransisco.

Fransisco juga mempersilahkan pihak pelapor dalam hal ini Rudi Basuki untuk menempuh upaya hukum perdata.

“Beliau telah salah beli (tanah) dari pihak yang kalah perkara dalam hal ini ibu Juliana Konay, bahkan ibu Juliana sudah kalah perkara sejak tahun 2015,” jelas Sisco.

Fransisco menegaskan bahwa pihaknya membuka posko di kediaman Marthen Konay, oleh karena itu, diimbau bagi masyarakat yang terlanjur membeli tanah dilokasi sengketa, agar mendatangi pihaknya dalam hal ini keluaraga Marthen Konay sebagai ahli waris sah, untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut.

“Siapapun yang ingin mengecek kebenaran, datang ke pihak yang benar dalam hal ini diwakili oleh pak Marthen Konay. Sehingga masyarakat tidak lagi menjadi korban. Apalagi telah terjadi puluhan tahun,” tegasnya.

Baca Juga:  Marselinus Lengari Bicara Soal Tanah Konay

Sementara itu, ahli waris tanah Pagar Panjang dan Danau Ina, Marthen Konay, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pengadilan Negeri yang telah memberikan keadilan melalui proses praperadilan yang dimohonkan.

“Kami menyampaikan limpah terima kasih kepada lembaga Pengadilan Negeri Kupang, baik pak Hakim yang memutus perkara ini dan pihak kepolisian setempat,” ungkap Marthen.

Dia mengingatkan kepada masyarakat, baik yang ada di Kota Kupang maupun di luar Kota Kupang agar lebih berhati – hati membeli tanah.

Menurut Marthen, ada oknum tertentu yang menjual bidang tanah di lokasi Danau Ina, Pagar Panjang dan Lasiana kepada masyarakat, dengan mengatasnamakan keluarga Konay.

Padahal oknum-oknum tersebut sama sekali tidak mengetahui secara langsung, terkait sejarah dan permasalahan tanah Danau Ina, Pagar Panjang dan Lasiana.

“Sehingga bagi masyarakat yang hendak beli tanah, sebaiknya melakukan pendekatan terlebih dahulu untuk menelusuri dan mengetahui kepemilikan tanah tersebut,” jelas

Menurut Marthen, kasus yang menimpa Rudi Basuki selaku pembeli tanah dari Juliana Konay, merupakan pembelajaran bagi setiap calon pembeli.

“Rudi Basuki membeli bidang tanah dari Juliana Konay, pihak yang telah dinyatakan kalah berperkara sejak tahun 2015 silam,” terang Marthen.

Lebih lanjut Marthen menegaskan, Juliana Konay sama sekali tidak memiliki hak atas bidang tanah Pagar Panjang dan Danau Ina, karena Juliana Konay pernah memberikan kuasa kepada Markus Konay untuk mencabut penetapan warisan di Kefa, yaitu penetapan Nomor: 02 tanggal 16 Maret 1967.

“Karena bagi siapa yang telah mencabut warisan, maka dia sendiri telah menolak warisan dan tidak ikut di dalam lagi. Baik harta warisan maupun harta benda. Karena penetapan telah dicabut dan tidak berlaku lagi,” terangnya.

Baca Juga:  Soal Bagi Warisan, Fransisco Bessi : Gugatan Juliana Konay Cs Sudah Ditolak

Sebelumnya, Rudi Basuki mempidanakan pihak Marthen Konay ke Polres Kupang Kota atas kasus pengrusakan aset miliknya yang dibeli dari Juliana Konay. Polres Kupang Kota kemudian menetapkan tiga orang tersangka dari pihak Marthen Konay.

Dalam proses praperadilan yang diajukan Marthen Konay, Pengadilan Negeri Kupang memutuskan untuk mengabulkan seluruh permohonan pemohon. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait