Kupang, NTT
Pagi ini publik dihebohkan dengan kabar kematian Dedi Dores.
Tragisnya, Dedi Dores memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.
Kabar tentang kematian Dedi Dores pertama kali datang dari kakak kandungnya Kristoforus Ola Doni.
Menurut penuturan Kristoforus, saat pulang kerja Dia tidak menemukan adiknya Dedi Dores di rumah.
Dia kemudian mencari Dedi Dores. Tak jauh dari rumah mereka, Kristoforus tersentak melihat Dedi tergantung pada sebuah pohon jambu.
Saat itu Dedi mengenakan celana panjang warna gelap dan baju kaos. Pada lehernya terlilit tali nilon. Salah satu ujung tali dikaitkan pada batang pohon jambu.
Kristoforus kemudian memanggil salah satu rekannya untuk membantu menurunkan korban.
Sementara kerabat lainnya melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Berselang beberapa saat, polisi mendatangi tempat kejadian perkara dan melakukan olah TKP.
Selain itu Polisi mengambil keterangan para saksi dan mengamankan barang bukti berupa seutas tali yang digunakan untuk gantung diri dan pakaian korban.
Jenasah korban kemudian dievakuasi petugas medis ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.
“Jenazah sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang untuk pemeriksaan medis lebih lanjut,” ujar kapolsek Maulafa, AKP Jerry Puling, AMd., kepada wartawan, Rabu (3/2/2021).
Dari hasil pemeriksaan luar sementara, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban dan diduga kuat korban meninggal karena gantung diri beberapa jam sebelum korban ditemukan.
Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan bahwa korban Dedi Dores Kiamangu (29), akan dibawa pulang ke kampung halamannya Desa Lamawolo, Kecamatan Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur. (MBN01/*)


Komentar