by

Taklukan Malam Demi Sukses SP2020

Rote Ndao, NTT

Di tengah imbauan pemerintah agar masyarakat Indonesia melakukan social distancing dengan mengisolasi diri di rumah, Badan Pusat Statistik (BPS) tetap menjalankan Sensus Penduduk 2020 (SP2020).

Petugas Sensus disebar di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Bahkan hingga pelosok terselatan NKRI yakni Pulau Rote, “Pasukan” SP2020 ‘bergerilya’.

Sensus penduduk ini dilakukan untuk mengumpulkan berbagai data dari seluruh masyarakat Indonesia yang selanjutnya akan dijadikan landasan untuk membuat kebijakan di bidang pendidikan, kesehatan dan lainnya.

Selain itu, data yang dihasilkan akan dijadikan parameter demografi, proyeksi penduduk, serta capaian indikator Sustainable Development Goals (SDG’s).

Pentingnya data tersebut mewajibkan seluruh petugas untuk mendapatkan data yang akurat dan terupdate.

Akurasi data tak semuda harapan. Kondisi geografis membuat para petugas sensus harus bekerja ekstra. Mereka harus memeras keringat melintasi gunung dan lembah, dengan kondisi jalan yang berbatu – batu.

Bahkan ketika malam hari, para petugas sensus harus mampu menaklukkan pekatnya malam, guna mendapatkan data yang akurat.

Betapa tidak, penduduk Rote Ndao yang mayoritas berprofesi sebagai petani sulit ditemui di siang hari.

“Kalau siang saya datang sulit bertemu orang, karena semua ada di kebun dan sawah”, ungkap Yakobis Ndeo, petugas SP2020 di desa Tesabela, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Senin (14/9)

Obi, demikian Yakobis Ndeo akrab disapa, mengisahkan bahwa, sejak awal melaksanakan tugas pendataan (sensus red) di desa Tesabela, Dia sedikit ragu. Pasalnya, masyarakat sulit ditemui.

Namun karena Ia sadar bahwa, apa yang dilaksanakan saat ini merupakan tolak ukur pembangunan bangsa ini 10 tahun ke depan, maka tak ada alasan yang mampu menghentikan langkahnya untuk menghasilkan data yang benar.

“Setiap hari saya mendata 5 rumah, sensus biasanya saya lakukan pada pukul 19:00 Wita sampai 22:00 Wita”, jelas Obi.

Lebih lanjut pria yang perna bekerja sebagai mitra BPS pada tahun 2018 lalu it, menjelaskan, usai sensus di rumah masyarakat, Ia kembali ke rumahnya yang berjarak sekira 15 kilometer.

“Sampai rumah saya tidak langsung tidur tetapi harus menginput data sampai jam 3 subuh (03:00 Wita)”, pungkasnya.

Dia berharap, apa yang dilakukan di pelosok terselatan NKRI, bermanfaat bagi kemajuan bangsa ini.

Terpisah, Camat Pantai Baru, Fons Chris Saek, menyampaikan apresiasi kepada para petugas sensus penduduk 2020 (SP2020) yang bekerja tanpa mengenal lelah di tengah pandemi Covid-19 yang mengguncang dunia.

“Sebagai pemerintah tentu kami sangat mendukung SP2020”, tegas Fons Saek.

Sebagai bentuk dukungan, lanjut Fons, di dalam setiap pertemuan dengan masyarakat, pihaknya mengimbau agar masyarakat memberikan informasi yang benar kepada petugas sensus.

“Kami juga meminta perangkat desa di setiap desa di wilayah kecamatan Pantai Baru agar membantu petugas sensus dari BPS, sehingga kegiatan tersebut dapat selesai tepat waktu dan tepat sasaran”, tandasnya.

Dia berharap, semua petugas sensus di wilayah kecamatan Pantai Baru bekerja secara maksimal untuk menghasilkan data yang falid.

“Jika ada kendala di lapangan segera koordinasi, kami siap membantu”, tutup Fons Saek. (MBN01)

Comment