Humaniora

Pacuan Kuda Awali Pagelaran Festival Budaya Termanu

Bagikan :

Rote Ndao, NTT

Pacuan merupakan satu dari sekian banyak kegiatan yang dipersiapkan untuk memeriahkan festival budaya Termanu yang digelar di pantai Fopo kelurahan Onatali kecamatan Rote Tengah kabupaten Rote Ndao, Rabu (4/12/2019).

Sekitar 78 ekor kuda pacu dari kabupaten Rote Ndao dan juga Kabupaten Kupang, berlomba memperebutkan Manek Termanu Cup I, sekaligus memeriahkan acara pembukaan Festival Termanu.

Maneleo Folateik, Dan Amalo, dalam sambutannya mewakili 9 Leo di Nusak Termanu, mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya pelestarian budaya Rote khususnya Termanu, yang perlahan mulai punah tergerus arus globalisasi dan modernisasi.

“Sejak tadi pagi, di Ho, Desa Suebela, 9 Leo secara aklamasi kami menunjukan bapak Vico Amalo Sebagai Raja Termanu”, jelas Dan Amalo.

Pada kesempatan itu, tokoh masyarakat Termanu, Soudi Lian, menyampaikan bahwa Festival yang digelar selama tiga (3) hari ini murni merupakan upaya pelestarian adat tanpa embel – embel politik.

“Saya berpesan kepada para Maneleo supaya semua sepakat dan satu hati bangkitkan kembali nilai – nilai budaya kita dan siapapun dia yang diangkat menjadi Manek (raja), yang terpenting adalah bisa mengangkat harkat dan martabat orang Termanu sehingga perlu kita mendukungnya sebagai Manek. Dan saya berharap jangan lagi membuat polemik”, tegas Soudi Lian.

Sementara itu, Vico Amalo, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Raja Termanu. Ia berkomitmen untuk terus belajar dan berupaya untuk melestarikan kebudayaan Termanu.

“Tentu perlu adanya dukungan dari berbagai pihak sehingga adat dan budaya ini perlu kita lestarikan sehingga kedepan nantinya anak cucu kita tidak melupakannya begitu saja”, ujarnya.

Dijelaskan pula, pagelaran budaya ini juga akan dihadiri raja – raja Nusantara, diantaranya Raja Bulungan Kalimantan dan para bangsawan dari berbagai daerah seperti Palembang, Lampung, Jogja, Solo, Sumenep, Goa, Berau, Bali, Lombok, Maluku, Ambon dan putra mahkota dari Cirebon.

Baca Juga:  Jelang Penutupan KD, "Toko Donat" Online Bermunculan

Selain pacuan kuda, panitia juga mengemas berbagai kegiatan seni budaya seperti pesta adat Termanu, Kirab budaya Termanu (Pa’da),tarian kebalai Masal dan sasando, serta ibadah syukur Natal bersama pada acara puncak Festival Termanu. (Tim/MBN01)

62 Views
Bagikan :