Dinilai Rawan Korupsi Pasca OTT MS, KPK Akan Segera Turun ke NTT

0
1601

Metrobuananews.com | Jakarta – Tertangkapnya Bupati Ngada, NTT, yang sedang maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) NTT,  Marianus Sae (MS), dinilai cukup mengisyaratkan bahwa NTT dinilai memiliki kerawanan yang cukup tinggi terhadap praktek korupsi.

Seperti diketahui, Marianus Sae ditangkap melalui Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Februari 2018 lalu.

Bahkan, banyak kalangan menilai, salah satu penyebab NTT masih masuk kategori daerah tertinggal karena banyaknya korupsi.

Aktivis Anti Korupsi Uchok Sky Khadafi, mengungkapkan, kekhawatirannya atas ancaman maraknya money politics yang akan terjadi di NTT.

Karena dengan predikat “Daerah Miskin dan Tertinggal”, akan dengan mudah praktik money politics itu terjadi dan menyebar di mana-mana tanpa adanya pengawasan berarti di daerah tersebut.

“Dengan tertangkap OTT oleh KPK salah seorang Cagub NTT, Marianus Sae, sesungguhnya itu sudah menjadi sinyalemen kuat bahwa ancaman terjadinya money politics di wilayah tersebut sangat besar,” ujar Uchok yang juga di Jakarta, Senin (23/4/2018).

Direktur Center for Budget Analysis (CBA) tersebut meyakini KPK setelah menangkap MS melalui OTT sudah menyadari ancaman tersebut. Yakni, akan maraknya praktik money politics.

“Tunggu saja, KPK pasti akan mengirimkan agen-agennya untuk memantau peredaran uang ataupun potensi-potensi terjadinya money politics di NTT,” jelas Uchok.

Apa yang dilakukan KPK, menurut Uchok, adalah sebuah upaya untuk membersihkan praktik-praktik korupsi yang selama ini masih menggurita di daerah-daerah. Selain itu, agar rakyat tidak terus menerus ditipu oleh kepala daerahnya yang ternyata seorang koruptur.

“Dengan ditangkapnya sejumlah calon kepala daerah sesungguhnya juga menunjukan kepada masyarakat yang akan memilih, siapa sosok calon pemimpinnya yang masih masuk kategori bersih dan tidak bersih,” ulas Uchok.

Selain itu, dengan maraknya sejumah calon kepala daerah yang tertangkap oleh KPK, Uchok menjelaskan, ini menunjukan tiap kali menghadapi perhelatan pemilu, seperti Pilkada, peredaran uang dalam jumlah besar begitu massif.

“Ini yang terendus oleh KPK,” tegas Uchok.

Karena itu, Uchok yakin, tak hanya calon kepala daerah yang tidak bersih sehingga terkena OTT KPK, calon kepala daerah yang saat ini sedang maju dan terhindari dari jerat KPK, tapi kemudian ada gelagat akan main money politics untuk “memaksa” masyarakat memilih dirinya, sudah pasti juga telah dipantau oleh KPK.

“Ya itu, tinggal tunggu waktu saja KPK akan menyebar agen-agennya ke sejumlah daerah untuk memantau terjadinya money politics. Khususnya di NTT yang dikenal cukup tinggi tingkat kerawanan korupsinya. Saya yakin sudah ada yang ditugaskan ke sana. Sehingga jangan kaget kalau semakin banyak calon kepala daerah yang ditangkap KPK,” pungkas Uchok.

 

Sumber : m.harianterbit.com