oleh

Dalam Seminggu 2 Warga Nusakdale Meninggal Akibat Malaria, Pemerintah Masih “Tidur”?

Rote Ndao, NTT

Dalam seminggu terakhir dua (2) orang warga Desa Nusakdale meninggal dunia akibat Malaria. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan serius dari pemerintah untuk menangani masalah ini.

Dua orang yang meninggal dunia akibat malaria yakni Florensia Kolmakani berusia 9 tahun dan Keyzaro Malelak berusia 1, 9 tahun.

Florensia meninggal pada Rabu, 8 November 2023 di Rumah Sakit Umum Daerah Ba’a Rote, sedangkan Keyzaro meninggal pada Kamis, 16 November 2023 di RSUD Ba’a Rote.

Keduanya divonis menderita Malaria sebelum menghembuskan napas terakhir.

Atas kejadian tersebut Penjabat Kepala Desa Nusakdale telah membuat laporan ke dinas kesehatan Kabupaten Rote Ndao, melalui camat Pantai Baru, namun hingga saat ini belum ada tindakan luar biasa dari pemerintah.

Seorang warga yang enggan namanya dipublikasi mengaku kecewa dengan sikap pemerintah yang tidak menyikapi serius kejadian luar biasa di desa Nusakdale.

“Ini nyawa manusia, kenapa dinas keseharan santai – santai saja,” celetuknya.

Menuru sumber tersebut, setelah kejadian pertama, sejumlah petugas kesehatan sempat melakukan skrining berupa pengambilan sampel darah di desa Nusakdale.

“Petugas kesehatan dari puskesmas Sonimanu sempat datang ambil darah tapi hasilnya juga kita tidak tahu,” jelasnya.

Setelah kegiatan pengambilan darah, bertambah lagi satu korban meninggal dunia akibat Malaria.

“Kami heran, Malaria sudah sangat menyeramkan tetapi tidak ada tindakan antisipatif atau pencegahan dari dinas kesehatan. Mungkin tunggu sampai semua orang di ini kampung mati,” ungkapnya penuh tanya.

Senada, warga lain mengaku sangat cemas dan trauma melihat dua anak meninggal dunia dalam rentang waktu yang sangat singkat.

“Kalau hanya datang dan periksa darah untuk mencaritahu siapa postif dan siapa negatif, tetapi setelah petugas pulang yang negatif bisa digigit nyamuk dan postif lagi, itu sama dengan membiarkan semua warga terinfeksi Malaria. ,” ujarnya.

“Mestinya ada tindakan lain untuk mengantisipasi terjadinya kasus baru, misalnya dilakukan fogging, atau pembagian kelambu bagi warga agar nyamuk Malaria tidak lagi bisa menyerang,” imbuhnya.

Dia berharap, pemerintah peka melihat kondisi kesehatan warga yang sudah sangat memperihatinkan dan menakutkan akibat Malaria.

“Kalau sudah tidak sanggup urus warga maka sebaiknya berhenti dari jabatan yang kalian pikul, jangan makan gaji buta,” ungkapnya kesal. (***)

Komentar

Berita Terkait