oleh

SMPN 10 Berlakukan Sanksi Pungut Sampah bagi Siswa yang Terlambat

Kupang, NTT

Untuk menanamkan budaya tertib dan hidup bersih, SMP Negeri 10 Lasiana menerapkan sanksi pungut sampah kepada siswa yang terlambat masuk sekolah.

“Untuk menanamkan nilai kebersihan, saya tidak pernah bosan menyampaikan secara terus menerus untuk menumbuhkan rasa cinta akan kebersihan kepada para siswa, guru dan pegawai,” demikian disampaikan Kepala Sekolah SMP Negeri 10 Lasiana Kota Kupang, Jhon Watimena, Rabu (16/11/2022).

“Kami juga sudah menjalankan instruksi Penjabat Wali Kota Kupang terkait 15 menit sebelum masuk dan sebelum keluar sekolah wajib bersihkan lingkungan dari sampah, terutama sampah plastik,” imbuhnya.

Selain itu, kata Jhon, untuk menunjang kebersihan di sekolahnya, tiap-tiap ruang kelas ditempatkan 2 tempat sampah yakni di dalam dan di luar ruang kelas.

Ia juga mengeluhkan lingkungan sekolahnya cukup luas dan terbuka serta tanpa pagar pengaman yang memadai. Hal tersebut menurutnya, membuat lingkungan sekolah tersebut mudah tercemar sampah apalagi berada persis di tengah-tengah pemukiman warga.

“Dampak badia seroja yang terjadi pada awal April 2021 lalu membuat pagar sekolahnya roboh dan anak-anak kami batasi mereka belanja diluar sekolah, namun, namanya juga anak-anak ada yang lompat keluar belanja di luar pagar sekolah lalu sampahnya dibawa ke dalam lingkungan sekolah,” ungkapnya .

Untuk di ketahui, SMP Negeri 10 Lasiana Kota Kupang miliki sebanyak 912 murid, 71 orang tenaga pendidik dengan 30 rombongan belajar.

Karena masih kurang ruang kelas pihak sekolah berlakukan sistim sekolah siang bagi kelas 7; sementara kelas 8 dan 9 sekolah pagi.

Komentar

Berita Terkait