oleh

Salut! Bhabinkamtibmas di Rote Gandeng Nakes Bantu Pasutri Lansia Sakit

Kupang, NTT

Di tengah gonjang – ganjing kasus pembunuhan Ibu dan Anak di Kota Kupang, yang menggerus kepercayaan publik terhadap aparat kepolisian di Nusa Tenggara Timur (NTT), seorang Polisi yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah terselatan NKRI, melakukan aksi humanis yakni membantu pasangan suami isteri (Pasutri) lanjut usia (Lansia) yang sedang sakit.

Samuel Adu (80) dan Regina Ndun (79), merupakan Pasutri Lansia yang tinggal berdua dalam sebuah gubuk reot berukuran 3 x 4, di Desa Nusakdale, Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pasutri ini bernar – benar hidup sebatang kara. Mereka tidak memiliki anak maupun kerabat yang mengurus mereka.

Ironisnya, pasutri lansia ini tidak mendapat bantuan apapun dari pemerintah. Tahun 2020, mereka masih mendapat bantuan PKH Lansia, namun sekitar 8 bulan terakhir, nama mereka hilang dari daftar penerima bantuan.

Dalam seminggu terakhir, pasutri lansia ini dikabarkan sakit. Mereka hanya pasrah.

Di tengah penderitaan mereka, Brigpol Sinto Simson Malelak, Anggota Polsek Pantai Baru, Polres Rote Ndao, yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di wilayah itu, tak sengaja mengunjungi pasutri tersebut.

Ketika kembali, Sang Polisi Humanis ini mengajak tenaga kesehatan di Puskesmas Sonimanu untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi Pasutri Lansia ini.

“Pak Sinto sampaikan kalau ada warga yang sakit dan tidak bisa datang ke Puskesmas karena itu kami berinisiatif untuk datang ke rumah opa Samue dan isterinya,” kata Kepala Puskesmas Sonimanu, Sarlota Buknoni A.Md.Keb., saat dihubungi wartawan, Sabtu (15/1/2022).

Sarlota menjelaskan bahwa, Ia ditemani beberapa tenaga kesehatan dari Puskesmas Sonimanu, yakni, Asty Skolastika Muda, Mutiara Buyanaya, Suarni Usman, Nur Arsyad, Kety Kedang, Fideliana Walu, Agustinus Pi , Isnawia Kanu dan Kris Saek.

Baca Juga:  Kembali Berulah, Mantan Napi "Penjual Orang" di Kupang Diciduk

Mereka menyusuri jalan yang rusak, berlubang dan terdapat banyak batu lepas yang cukup memacu adrenalin.

Namun demikian, demi kemanusiaan, para tenaga kesehatan ini bersama Bhabinkamtibmas, tiba di gubuk derita Opa Samuel dan Isterinya.

“Opa (Samuel Adu) sakit gatal- gatal, napas sesak dan demam, sedangkan Oma (Regina Ndun) tudak bisa melihat, pendengaran terganggu, dan tidak kuat jalan/lemah fisik,” terang Kapus.

“Suasana mengharu biru saat kami melihat kondisi oma dan opa. Keadaan mereka benar – benar sangat memperihatinkan. Kami berikan pelayanan kesehatan dengan harapan dan doa, mereka cepat sembuh,” imbuh Sarlota.

Selain pelayanan kesehatan, Brigpol Sinto juga membawa sembako, berupa beras, mie instan, dan lainnya untuk Pasutri Lansia itu.

“Saya hanya mengembalikan hak mereka yang Tuhan titipkan lewat saya, semoga menjadi berkat,” ungkap Polisi humanis itu saat dikonfirmasi awak media.

Dia berharap, ada tangan – tangan dermawan yang bisa membantu Pasutri Lansia yang kurang beruntung itu.

Brigpol Sinto juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Puskesmas dan seluruh Staf Puskesmas Sonimanu yang mau bekerja sama membantu warga yang membutuhkan pertolongan.

“Semoga Opa dan Oma (Pasutri Lansia) cepat sembuh,” tutup Brigpol Sinto. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait