oleh

DPRD NTT Kecam Pelayanan ASDP, Rambu Praing : Jangan Bikin Susah Rakyat

Kupang, NTT

Anggota DPRD NTT Komisi IV, Rambu K. A Praing mengecam kebijakan managemen PT.  ASDP, soal penerapan kartu prepaid yang terkesan menyusahkan rakyat kecil, hanya dengan alasan digitalisasi pelayanan.

“Pemerintah hadir itu untuk mensejahterakan masyarakat, bukan sebaliknya,” tegas Rambu Praing, saat diminta tanggapan terkait pelayanan ASDP dalam hal perubahan sistem pembelian tiket menggunakan kartu prepaid, pada Jumat (19/11/2021).

Menurut Anggota DPRD asal daerah pemilihan (Dapil) Sumba ini, apapun bentuk inovasi yang dilakukan ASDP, harus disesuaikan dengan kondisi masyarakat.

“Saudara – saudara kita yang menggunakan kapal Ferri itu, pada umumnya ekonomi menengah ke bawah, karena itu jangan dibikin susah lagi,” ujar Rambu.

“Mereka (Calon Penumpang) bawa uang pas beli tiket, malah harus tambah biaya pembuatan kartu prepaid, sehingga ada tambahan biaya. Belum lagi kalau petugas membantu proses top up maka ada tambahan biaya administrasi. Ini kan konyol,” sambung Rambu geram.

Lebih lanjut, Anggota DPRD NTT termuda ini mengatakan, pihaknya sangat mendukung pelayanan digital sepanjang tidak menyusahkan rakyat dan tidak memperpanjang birokrasi pelayanan.

“Kalau inovasi tersebut masih harus antre berulang – ulang, mengakibatkan kerumunan, ada penambahan biaya yang memberatkan masyarakat, maka itu sangat tidak efektif dan perlu dievaluasi kembali,” tegas dara manis asal tanah Humba itu.

Lebih lanjut putri semata wayang Bupati Sumba Timur ini menyarankan, jika ASDP ingin berinovasi untuk menghindari proses percaloan di pelabuhan, maka lebih baik berafiliasi dengan fendor seperti traveloka dan lainnya atau membuat aplikasi e-tiket yang bisa diakses masyarakat dari rumah tanpa harus berurusan dengan banyak pihak.

“Masyarakat bisa beli tiket secara mandiri. Di pelabuhan itu hanya dilakukan validasi, sehingga tidak ada biaya tambahan dan antrean panjang,” tandasnya

Anggota DPRD NTT dari Partai Amanat Nasional itu menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan berkoordinasi dengan anggota komisi IV untuk menyikapi persoalan ini.

“Terima kasih teman – teman untuk informasinya. Ini harus dilakukan RDP untuk meminta penjelasan ASDP,” tutup Rambu. (MBN01)

Komentar

Berita Terkait