oleh

Jaksa Dalami Temuan BPK, Dirut Bank NTT Diperiksa 8 Jam

Kupang, NTT

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT)  sedang mendalami temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan NTT senilai Rp50 miliar tahun 2020 di Bank NTT.

Sebagai bentuk tindak lanjut temuan BPK RI Perwakilan NTT, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa Direktur Utama (Dirut) Bank NTT, Alex Riwu Kaho dan mantan Dirut Bank NTT, Eduardus Bria Seran.

“Soal temuan BPK RI Perwakilan NTT senilai Rp50 miliar pada Bank NTT sudah kami tindaklanjuti dengan lakukan pemeriksaan,” kata Kajati NTT, Yulianto saat konfrensi pers di Kejati NTT, Kamis, 22 Juli 2021 lalu, dilansir dari Kriminal.co

Keduanya diperiksa oleh tim penyidik Tipidsus Kejati NTT pada 9 Juli 2021 lalu. Untuk Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho diperiksa sejak pukul 10:00 wita hingga pukul 16:00 wita (8 jam).

Menurut Yulianto, pengelolaan keuangan keuangan pada Bank NTT saat ini sedikit baik, namun pengelolaan keuangan tahun-tahun sebelumnya sangat buruk.

“Soal pengelolaan keuangan saat ini sedikit baik, tapi di tahun – tahun sebelumnya sangatlah buruk,” tegasnya.
Dia mencontohkan buruknya pengelolaan keuangan Bank NTT dengan adanya temuan kasus korupsi Bank NTT Cabang Surabaya senilai Rp128 miliar dan pada KCU Bank NTT senilai Rp5 miliar.

Dia menegaskan, dirinya memiliki komitmen untuk membersihkan Bank NTT dari oknum-oknum yang berperilaku buruk. Hal ini, sama seperti janji dirinya saat pertama kali kembali bertugas sebagai Kajati NTT.

“Sejak awal saya sudah komitmen akan membersihkan Bank NTT dari orang yang berperilaku buruk. Karena Bank NTT adalah milik rakyat NTT. Saya akan berbuat yang terbaik untuk Bank NTT,” tegasnya.

Sebelumnya, Dirut Bank NTT, Alex Riwu Kaho, dalam konfrensi pers yang dirilis oleh beberapa media, menegaskan temuan BPK RI Perwakilan NTT tertanggal 14 Januari 2020 terkait investasi di PT. Sunprima Nusantara Pembiayaan Finance sudah ada putusan pengadilan niaga.

Baca Juga:  Bank NTT Kucurkan 5,4 Miliar untuk Percantik Gedung Tua di Alor

“Kami perlu meluruskan  terkait temuan ini, sudah ada putusan dari Pengadilan Niaga, yang bertanggungjawab memeriksa, mengadili dan memberi putusan terhadap perkara kepailitan dan penundaan kewajiban dan pembayaran utang. Bahwa diserahkan ke kurator untuk penyelesaian masalah tersebut dan sejauh ini, kurator sedang bekerja, mengidentifikasi aset dan juga piutang untuk penyelesaian kewajiban,” kata Alex. (MBN01/ ***)

Komentar

Berita Terkait