oleh

Aksi Kemanusiaan Tim GCS Bedah Rumah Warga Terdampak Seroja

Video

Kupang, NTT

Tim Gerak Cepat Seroja (GCS) Kota Kupang melaksanakan aksi kemanusiaan dengan melakukan bedah rumah gratis bagi warga yang rumahnya disapu badai seroja pada 5 April 2021 lalu.

Tim GCS berencana akan membedah 25 rumah yang terdampak badai Seroja di Kota Kupang.

Rumah milik Ibu Henderina Rohi Ngajo di RT 06 RW 02, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang merupakan rumah pertama yang dibedah oleh tim GCS Kota Kupang.

Ketua Gerak Cepat Seroja Kota Kupang, Hengky Mesang mengatakan, pihaknya menghimpun seluruh potensi pemuda, untuk ikut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut.

“Secara pendanaan kami dibantu oleh NBP-GC JKT. Sebelumnya kami telah membagikan seribu lebih paket sembako, dan kali ini kami akan melaksanakan kegiatan bedah rumah,” jelas Hengky.

Dia berharap agar proses pembangunan rumah-rumah berikutnya tetap berjalan dengan lancar dan aksi sosial ini mendapat dukungan dari semua pihak.

Penasehat Hukum Tim Gerak Cepat Seroja Kota Kupang, Tommy Jacob mengatakan, aksi sosial bedah rumah dari aspek hukum telah dilakukan tahap survey.

“Secara legalitas, syarat-syarat sudah dipelajari. Kalau bukan dia punya tanah, maka tidak bisa dibedah. Ada beberapa rumah diputuskan untuk dibedah karena sudah sesuai persyaratan,” ungkap Tommy Jacob.

Tommy menambahkan, untuk sementara pihaknya berencana membedah 25 unit rumah. Tetapi tidak menutup kemungkinan, jumlah tersebut akan bertambah.

“Hari ini kita mulai dengan rumah pertama. Ini akan berlanjut terus. Kita sudah survey rumah berikutnya yang akan kita bedah, khususnya di Kota Kupang,” jelasnya.

Konsultan Teknik, Tim Gerak Cepat Seroja Kota Kupang, Mundus Mega mengatakan, biaya yang dikeluarkan per rumah adalah Rp25 Juta.

Baca Juga:  COVID-19 di NTT Capai 29.253 Kasus, Kota Kupang Terbanyak

“Tetapi tergantung jenis kerusakan di masing-masing rumah. Jumlahnya bisa bertambah kalau rumahnya rusak parah,” jelas Mundus.

Ketua Relawan Pemuda, Jhony Lobo menyampaikan, pihaknya menyiapkan sekitar 17 pemuda di Kota Kupang untuk trut serta ambil bagian dalam aksi sosial bedah rumah tersebut.

“Kami relawan kurang lebih sekitar 17 orang yang terlibat untuk membedah rumah ini. Kami merasa peduli untuk memberikan kasih yang iklas kepada saudara-saudari kami yang terdmpak seroja,” ucapnya.

Senada, Jimy Adrianus selaku relawan yang terlibat dalam aksi bedah rumah meminta dukungan dari semua pihak agar Tim Gerak Cepat Seroja bisa membantu warga Kota Kupang.

Sementara penerima bantuan bedah rumah gratis, Ibu Henderina Rohi Ngajo menyampaikan, dirinya berbahagia karena rumahnya yang rusak sejak seroja akhirnya diperbaiki.

“Puji Tuhan, Pak Hengki dan orang-orang di Jakarta bisa membantu saya. Tuhan memberkati. Saya rasa bahagia karena rumah saya mulai diperbaiki hari ini. Setelah seroja, saya tinggal di rumah ini tanpa atap,” ucap Ibu Henderina.

Dia mengaku baru sekali mendapat bantuan dari pemerintah yaitu dalam bentuk 1 dos aqua, 1 dos super mie, beras 3 kilogram dan susu 1 renteng.

“Saya juga dapat bantuan dari gereja sebesar Rp1 Juta, tetapi dari Pemerintah Kota Kupang blum ada,” tandas Ibu Henderina.

Pantauan media, usai acara doa bersama Pendeta, aksi sosial bedah rumah pertama pun langsung dilaksanakan oleh Tim Gerak Cepat Seroja Kota Kupang.***

Komentar

Berita Terkait