oleh

Pengusung Jenazah COVID-19 di Kota Kupang Mengeluh, Upah Belum Dibayar

Kupang, NTT

Pengusung jenazah COVID-19 merupakan bagian dari pahlawan yang berjuang di garis terdepan dalam penanganan COVID-19.

Mirisnya, pengabdian mereka masih diabaikan. Sejak Januari 2021 hingga saat ini upah mereka belum dibayar.

“Kami ada 30 orang dan dibagi tiga tim. Satu tim 10 orang,” ujar seorang pengusung jenazah yang enggan disebut namanya, Selasa (16/3/2021).

Dia mengaku upah sekali mengusung jenazah COVID-19 sebesar Rp525.000/ orang.

Ia merincikan, sejak Januari ia bersama 29 rekannya mengusung 25 jenazah, Februari 19 jenazah dan Maret ada 5 jenazah.

“Dari Januari hingga Maret ada 49 jenazah. 49xRp.525 ribu =25.775.000. Jika dikalikan dengan 30 orang maka totalnya Rp 771.750.000,” jelasnya.

Menurut dia, persoalan itu sudah diadukan ke Dinas Kesehatan Kota Kupang, namun menurut dia, pihak dinas mengaku masih mengupayakan.

“Kemarin kami semua ke dinas, tapi katanya masih diupayakan,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kupang, dr. Retnowati yang hendak dikonfirmasi wartawan di ruangan kerjanya, Selasa (16/3/2021), malah mengarahkan wartawan mewawancarai sekertaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priono selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Kupang.

Atas arahan Kadis, wartawan pun langsung bertemu Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priono yang saat itu berada di kantor.

Wartawan menyampaikan niatnya untuk mewawancarainya sesuai arahan Kadis. Namun, Rudi malah mengaku sedang sibuk mengurus jenazah covid-19.

“Maaf saya masih sibuk, ambil nomor saya di staf,” katanya sambil menuju mobilnya.

Wartawan pun kembali menghubungi Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Kupang, Rudi Priono melalui telepon WhatsApp. Namun lagi-lagi, Rudi mengaku masih sibuk.

“Maaf, lagi sibuk urus jenazah di Fatukoa,” katanya singkat. (MBN01)

Komentar