Kupang, NTT
Sungguh malang nasib guru honorer di SMP Negeri 16 Kota Kupang, merana lantaran terdampak pandemi COVID-19, malah honor digergaji habis. Ibarat pepatah tua, sudah jatuh tertimpa tangga pula.
Kendati demikian tak satu pun dari antara guru honorer itu berani buka mulut lantaran takut “ditendang” dan kehilangan pekerjaan.
Isue pahit itu akhirnya berhembus sampai ke telinga MS, ketua komite sekolah.
Kepada awak media, MS mengaku sangat perihatin mendengar isue tersebut. Pasalnya, COVID-19 melumpuhkan semua sendi ekonomi dan pemerintah gencar memberikan bantuan bagi yang terdampak, ironisnya, guru honorer di SMP N 16 Kupang malah dikurangi honornya.
“Ada juga isu gaji guru honorer yang dipotong, itu saya dengar cerita dari teman-teman guru,” katanya.
Lebih lanjut MS menegaskan, jika benar terjadi pengurangan honor tenaga honorer, maka demi kemanusiaan harus dipertimbangkan kembali.
Kepala Sekolah SMPN 16 Kupang, Gregorius Emilianus Karmin, yang di konfirmasi wartawan, Jumat (12/3/2021) mengaku ada pemotongan gaji guru honorer di sekolah tersebut.
Hal itu, menurut dia, dikarenakan adanya kekurangan tiga kelas yang berdampak pada berkurangnya 130-an siswa.
“Masalah guru honorer kita sudah take off dari 31 Agustus, otomatis yang masuk di tahap terakhir disesuaikan dengan jumlah siswa yang masuk di tahap terakhir itu. Tetapi tidak semua dipotong, karena saya masih melihat kinerja mereka,” tandasnya. (MBN01)


Komentar