Rote Ndao, NTT
Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, melantik 12 Kepala Desa periode 2021 – 2027 di alun – alun rumah jabatan Bupati Rote Ndao, Jumat (5/3/2021).
Dalam momentum bermartabat itu, Bupati Paulina mengingatkan para kepala desa untuk tidak sombong tetapi melayani masyarakat dengan tulus.
Dua belas (12) kepala desa tersebut berasal dari tiga (3) kecamatan yakni Kecamatan Rote Selatan, Kecamatan Rote Tenggah dan Kecamatan Rote Timur.
Kegiatan pelantikan tersebut menerapkan protokol kesehatan secara ketat, yakni setiap kepala desa bersama pendamping, rohaniawan dan para saksi diwajibkan melakukan rapid antigen sebelum masuk area pelantikan.
Bupati Rote Ndao, Paulina Haning Bullu, dalam sambutannya, meminta para kepala desa yang baru dilantik untuk melakukan rekonsiliasi guna menyatukan kembali masyarakat.
“Saya harap para kepala desa harus mampu merangkul kembali lawan politik. Pilkades telah selesai, sekarang tugas kita adalah membangun desa,” tegas Bupati Paulina.
Lebih lanjut Bupati Paulina menegaskan, bahwa para pemimpin yang ada di muka bumi ini adalah utusan Allah.
“Karena itu sebagai utusan Tuhan, hendak kita melayani masyarakat dengan sepenuh hati, bukan dilayani,” tegas Bupati Perempuan Pertama di NTT ini.
“Jangan kita sombong karena jabatan yang diberikan Tuhan. Layani Masyarakat dengan Tulus. Harus berlaku layaknya padi, semakin berisi, semakin merunduk” imbuh Paulina mengingatkan.
Pada kesempatan itu, Bupati Paulina menegaskan tiga (3) hal yang harus menjadi prioritas pembangunan di desa.
“Ingat, ada tiga (3) hal penting yang harus diperhatikan, pertama, pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat yang tidak mampu, kedua, sarana air bersih karena hal ini merupakan kebutuhan pokok kita semua, dan yang ketiga, penurunan angka stunting,” tegas Bupati.
Bupati mengingatkan para kepala desa yang baru dilantik agar bekerja dengan tulus dan tidak menciptakan blok – blok di tengah masyarakat apalagi menjadi oposisi pemerintah kabupaten.
“Kalau ada yang salah jalan, kembalilah ke jalan yang benar. Jangan bangun oposisi untuk melawan pemda karena pemda diutus Allah untuk melayani masyarakat,” tandas Bupati Paulina.
Bupati juga mengingatkan para kepala desa yang baru dilantik untuk menjadi pelopor penanganan COVID-19 di tingkat desa. (MBN01)


Komentar