oleh

Ratusan Hektar Sawah di Rote Ndao Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

Rote Ndao, NTT

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Rote Ndao sejak Minggu, (21/2) hingga Selasa (23/2/2021) mengakibatkan ratusan hektar sawah di Kecamatan Landuleko terendam banjir.

Data yang berhasil dihimpun www.metrobuananews.com menyebutkan bahwa, terdapat empat (4) kompleks persawahan di Kecamatan Landuleko terendam banjir. Kompleks persawahan tersebut antara lain, Kompleks Harnoas, Ofalalo, Dano Bui dan komplek Sosana.

Ketua kelompok tani Harnoas, Frans Hun, kepada wartawan, Rabu (24/2) menjelaskan, hujan deras mengguyur wilayah Landuleko sejak Senin (22/2) sekitar pukul 08.00 Wita.

“Hujan sebenarya sudah mulai hari Minggu tapi belum begitu deras. Mulai Senin malam sampai Selasa malam itu yang terlalu deras sampai banjir di mana – mana,” jelas Frans.

Keesokan harinya, lanjut Frans, saat Ia dan para petani lainnya pergi ke sawah, mereka terkejut karena tanaman mereka sudah tidak kelihatan. Pasalnya, sawah sudah berubah menjadi kolam raksasa.

“Ketinggian air mencapai 1 meter. Padi, Jagung dan tanaman lainnya terendam,” katanya.

Menurutnya, padi yang terendam pasti rusak karena saat ini bulir padi baru lepas (keluar) sehingga akan membusuk dan petani akan mengalami gagal panen secara menyeluruh.

“Saya punya anggota kelompok ada 45 orang, yang mengalami kerusakan parah sebanyak 40 orang, sisanya rusak sedang, ” tandasnya.

Dia berharap pemerintah segera mendata seluruh lahan yang terendam untuk dibantu karena bisa dipastikan gagal panen.

Sementara itu, Kepala Desa Sotimori, Aser Bulan, saat dikonfirmasi media ini, Rabu (24/2) malam, mengatakan pihaknya sudah melakukan pantauan ke TKP dan sudah melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah Kabupaten.

“Kemarin saya sudah sampaikan laporan secara lisan. Saat ini data kerusakan sedang kami kerjakan dan besok (25/2) kami akan sampaikan laporan tertulis kepada ibu Bupati melalui dinas Pertanian dan badan penanggulangan bencana daerah Kabupaten Rote Ndao,” ungkap Aser.

Lebih lanjut Aser menjelaskan, bahwa total petani yang terdampak banjir sebanyak 64 kepala keluarga (KK) dengan luas lahan mencapai ratusan hektar.

“Sampai saat ini belum diketahui secara pasti kerugian yang dialami petani, tapi estimasi kami sekitar puluhan juta rupiah,” pungkas Aser.

Koordinator penyuluh pertanian Kecamatan Landuleko, Teny Manu, mengatakan pihaknya sudah melakukan pantauan ke lokasi terdampak.

“Kemarin kami ada 4 orang (Penyuluh Pertanian) turun lokasi jadi sudah laporkan ke dinas dan sudah didata,” katanya.

Menurut Teny, pihaknya akan terus. melakukan pantauan hingga genangan air surut.

“Kami masih mau lihat perkembangan tanaman beberapa hari ke depan , apakah tetap rusak atau ada yang normal kembali,” tandasnya. ( Laporan Wartawan MBN : Mekris Ruy)

Komentar