oleh

Kisah Tukang Ojek di Kupang Bikin Haru, Ikhlas Hilang Orderan Demi Menolong Bocah Nyasar

Kupang, NTT

Pandemi COVID-19 melemahkan semua sendi kehidupan, bahkan membunuh raga namun tidak sanggup membinasakan rasa kemanusiaan. Itulah penggalan kalimat yang cocok disandingkan pada sosok seorang tukang ojek di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rela kehilangan orderan demi menolong sesama.

Molid Bana, demikian nama lelaki paruh baya di Kota Kupang, yang kesehariannya bekerja sebagai tukang ojek. Setiap hari Ia berpacu dengan waktu dan putaran roda motornya untuk mengumpulkan kepingan rupiah guna memenuhi kebutuhan keluarganya.

Pada suatu sore, tepatnya Senin 22 Februari 2021, Molid yang baru saja pulang mengantar penumpang dan sedang istrahat sambil menyeruput kopi di teras rumahnya tersentak lantaran bunyi telepon selularnya.

Saat dia mengangkat telepon ternyata orderan ojek. “Puji Tuhan, dapat rejeki”, gumam Molid kegirangan dalam hati, sembari menutup telepon selularnya.

Molid bergegas mengambil helm dan jaket lalu berpamitan pada istri dan anaknya.

“Mama beta (saya, red) jalan dulu, dapat penumpang lai (lagi),” kata Molid sambil menyalakan motornya.

“Iya, hati – hati papa, cuaca lagi sonde (tidak) baik,” ujar istri Molid mengingatkan.

Pejuang keluarga itu kemudian pergi menjemput penumpang yang barusan menelpon.

Tiba di seputaran pasar Oebobo, Ia melihat seorang bocah perempuan yang usianya sekitar lima (5) tahun sedang menangis di emperan ruko.

Molid menghampirinya. Bocah yang belakangan diketahui bernama Adelia Seran, rupanya tersesat dan tidak tahu jalan pulang ke rumahnya.

Seketika batin Molid berkecamuk, antara melayani penumpang yang sebentar lagi memberinya lembaran Rupiah atau menolong bocah malang itu.

Dalam kekalutannya, Molid terus menghibur anak itu agar tidak menangis, sambil menanyakan alamat rumahnya. Apesnya, anak itu hanya mengatakan bahwa rumahnya di daerah Liliba tetapi tidak tahu alamat pastinya.

Molid kemudian menelpon penumpangnya dan menceritakan kejadian yang sedang dialaminya.

Rupanya penumpang itu mengerti dan bersedia mencari ojek yang lain. Sementara Molid, kendati banyak kebutuhan menuntut, Dia ikhlas kehilangan orderan ojek demi menyelamatkan bocah itu.

Molid kemudian mengajak Adelia naik ke sepeda motornya dan membawa gadis kecil itu ke kantor Polisi terdekat untuk mencari bantuan.

Tiba di salah satu kantor polisi terdekat, yakni Polsek Kelapa Lima, Polres Kupang Kota, Molid menceritakan ikhwal ditemukannya gadis kecil itu kepada polisi. Dia meminta bantuan Polisi untuk mencari orangtua Adelia.

Dengan sigap, anggota Polsek Kelapa Lima memviralkan foto Adelia ke media sosial dengan harapan bisa diketahui keluarga. Tak butuh waktu lama, orangtua bocah itu pun mendatangi Polsek Kelapa Lima.

Elton Seran (48), ayah Adelia mengatakan, Adelia ditinggal sendiri bersama kakaknya di rumah di Jalan Bumi, Liliba saat ia dan istrinya bekerja.

Ia mengaku kaget ketika melihat postingan anggota polisi yang memberitahukan keberadaan anaknya.

“Biasa dengan kakaknya bermain, mungkin kakaknya bermain di tempat lain, makanya dia jalan sendiri,” ungkap Elton.

Elton menyampaikan terima kasih kepada Molid dan Polsek Kelapa Lima yang telah menyelamatkan anaknya.

Semetara Kapolsek Kelapa Lima, Kompol Sepuh Siregar, mengingatkan orangtua Adelia, agar lebih ketat mengawasi anaknya, apalagi masih balita.

“Jangan tinggalkan sendiri tanpa pengawasan orang dewasa. Harus tetap ada yang asuh,” imbaunya.

Kompol Sepuh Siregar juga menyampaikan apresiasi kepada Molid atas aksi kemanusiaan yang dilakukannya.

“Walaupun keadaan lagi sulit namun masih ada orang yang mau berbuat baik di tengah masa sulit,” puji Kompol Sepuh Siregar.

Molid yang sudah kembali ke rumahnya setelah menyerahkan Adelia ke pihak kepolisian, menceritakan kejadian tersebut kepada istrinya.

Dia mengaku sangat bahagia bisa menolong bocah yang menangis di emperan ruko bertemu kembali dengan orangtuanya.

Bagi Molid, Tuhan sudah menyiapkan berkat kepada setiap orang yang ikhlas menjalani kehidupan. (MBN01)

Komentar