oleh

Soal Orient, Tokoh Adat NTT ke Pemerintah : Ingat, ini Menyangkut Wibawa NKRI

Kupang, NTT

Polemik status kewarganegaraan Bupati terpilih Sabu Raijua, Orient P Riwu Kore, mendapat perhatian dari tokoh adat di Nusa Tenggara Timur.

Vicoas T.B Amalo, salah satu anggota Majelis Adat Kerajaan Nusantara (MAKN) mengingatkan pemerintah Republik Indonesia (RI) agar tidak gegabah mengambil keputusan melantik Orient P Riwu Kore.

“Kalau bupatinya dipimpin orang Amerika, itu sudah keterlaluan. Kita tidak lihat orangnya, tapi kewarganegaraannya. Ingat, ini menyangkut wibawa NKRI, bukan soal Sabu Raijua saja. Negara harus tegas seperti melawan radikalisme,” ujarnya kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Ia meminta pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Joko Widodo harus tegas menyikapi persoalan status kewarganegaraan. Apalagi, regulasi yang mengatur soal kewarganegaraan dibuat oleh negara.

“Ingat, regulasi di republik ini, tidak mengatur WNA bisa jadi bupati di Indonesia. Masa WNA yang mau atur Indonesia? Ini jadi preseden buruk dan wibawa Indonesia menjadi taruhan jika Orient sampai dilantik,” tegasnya.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini kementerian hukum dan ham tidak perlu rague mengeluarkan SK kehilangan kewarganegaraan untuk Orient. Pasalnya, Orient sendiri dalam klarifikasi di berbagai media masa dan media sosial mengaku sebagai pemegang Pasport Amerika Serikat.

Sementara kuasa hukum pasangan calon bupati dan wakil bupati Nikodemus dan Yohanis mengatakan hingga kini pihaknya belum melihat keseriusan Kemenkumham terkait status kewarganegaraan Orient Riwu Kore.

“Mungkin ini yang menyebabkan Kemendagri masih timbang-timbang berbagai opsi, akan tetapi jika Kemenkumham berani menerbitkan kehilangan status WNI bagi Orient karena telah menerima kewaganegaraan lain, maka saya rasa pihak yang memiliki wewenang harus segera menyatakan bahwa pasangan calon 02 atas nama Orient dan wakilnya gugur dan batal demi hukum,” ujar Adhitya Nasution selaku kuasa hukum kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Menurut dia, pengakuan Orient di beberapa media bahwa ia sudah memproses pencabutan warga negara Amerika, menjadi bukti Orient punya dua kewarganegaraan. Dengan pengakuan itu, lanjut dia, pemerintah seharusnya segera mencabut status kewarganegaraan Indonesia milik Orient di Kemenkumham.

“Saya juga heran kenapa sampai saat ini belum ada tindakan tegas dari pemerintah terkait dengan status WNA Orient Riwu Kore. Jangan sampai nanti justru pemerintah menunggu kebijakan Amerika untuk mencoret kewarganegaraan Orient sehingga bisa dilantik sebagai bupati? Padahal saat ini saya yakin, masyarakat Sabu Raijua maupun seluruh NTT tidak berkenan adanya pemimpin WNA,” tandasnya. (MBN01)

Komentar