SoE, NTT
Rasa syukur dan bahagia yang tak terhingga menyelimuti warga Desa Nusa, Kecamatan Amanuban Barat, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS). Hal ini dikarenakan masalah air bersih yang selama ini menjadi keluhan warga mulai teratasi.
Desa Nusa merupakan salah satu desa di kecamatan Amanuban Barat, yang sangat kesulitan air bersih.
Ada beberapa sumur gali yang dibuat masyarakat, namun ketika musim kemarau sumur tersebut kering.
Kehidupan masyarakat di daerah ini tergantung pada tiga sumber air yang terletak di kaki gunung di pinggiran desa, yakni mata air Oe Bone, Oe Fau dan Oe na Selan.
Jarak tempuh dari pemukiman warga ke sumber air tersebut terbilang cukup jauh, yakni sekitar 5 kilometer.
Sungguh sebuah penderitaan hakiki yang diwariskan dari generasi ke generasi di daerah ini.
Derita warga Nusa akhirnya mengetuk sisi kemanusiaan Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas SoE Berbagi (KASOGI).
Dua lembaga kemanusiaan ini berkolaborasi membuat sebuah sumur bor untuk warga.
Tidak memakan waktu lama, persoalan air bersih teratasi. Proses pengeboran sumur hanya berlangsung selama tiga (3) hari.
Warga begitu gembira menyambut kehadiran sumur bor di tengah perkampungan.
“Sekarang sumber air su (sudah) dekat,” ujar Yunisius Isu, menirukan penggalan iklan program sosial Danone Aqua.
“Terima kasih Yayasan Pelita Kehidupan Masyarakat (YPKM) dan Komunitas SoE Berbagi (KASOGI), Tuhan akan membalas kebaikan bapak ibu,” imbuh Yunisius.
Senada, Lisa Maubanu, menyampaikan terima kasih kepada kedua lembaga yang telah doa dan harapan mereka untuk bisa menikmati air bersih.
“Akhirnya penderitaan kami berakhir. Tuhan akan membalas kemurahan hati bapak ibu dengan berkat yang melimpah,” ungkap Lisa.
Ketua YPKM, Sandy Mathias Rupidara, usai penyerahan sumur, yang dilakukan di rumah Emus Tse, Sabtu (6/2/2021), mengatakan sebelum melaksanakan kegiatan pemgeboran, pihaknya terlebih dahulu melakukan survey.
“Dari hasil survey desa ini (Nusa) sangat membutuhkan air bersih, karena di musim kemarau warga sulit untuk memperoleh air bersih untuk kebutuhan sehari-hari,” jelas Sandy.
Menurut Sandy, apa yang dilakukan adalah penggenapan perintah Tuhan dalam kitab suci, yakni saling membantu dan peduli terhadap sesama.
Dia berharap, sumber air ini nantinya dikelola dengan baik agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat desa Nusa.
“Kalau dilihat dari potensi air yang ada, itu kurang lebih 21 ribu liter/9 jam atau 20 liter/42 detik, karena itu harus dimanage dengan baik agar memenuhi kebutuhan masyarakat di desa Nusa”, pungkasnya.
Kepala Desa Nusa, Yunus Nuban, pada kesempatan itu menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Pelita Kehidupan asyarakat (YPKM) bersama Komunitas SoE Berbagi (KASOGI) yang telah membantu pemerintah menyelesaikan satu persoalan krusial di wilayah tersebut.
“Saya selaku kepala desa akan terus berkoordinasi dengan salah satu anggota YPKM yaitu Bapak Emus Tse yang ada di sini untuk mengatur teknis penyaluran air”, ujar Yunus.
Dia juga berjanji, akan membangun bak reservoir dan pengembangan jaringan ke rumah masyarakat.
“Kami akan berupaya untuk membangun bak tampungan menggunakan dana desa,” tandas Yunus Nuban. (*/MBN)


Komentar