Kupang, NTT
Kisah asmara dua sejoli di Kota Kupang yang memadu kasih di tepian pantai tak seindah lambaian nyiur kala itu.
Ketika senja mulai menghampiri, pasangan kekasih ini ikut terbuai dalam gelora asmara yang menggebu.
Pekatnya malam tak dihiraukan. Deburan ombak menjadi senandung cinta yang membuat mereka tenggelam makin dalam.
Jarum jam sudah menghujam angka dua (malam) namun mereka belum juga beranjak.
Entah apa yang membuat mereka senyaman itu, hingga hujan badai bulan Februari serasa selimut beludru.
Nahasnya, kenyamanan itu seketika menjadi horor. Betapa tidak, seorang pria tak dikenal yang membawa golok tiba – muncul.
Pria yang mengaku sebagai penjaga pantai itu menjambret pasangan kekasih ini. Bahkan jari mungil sang gadis nyaris putus terkena sabetan golok.
Melihat darah berceceran, pria bengis itu bergegas meninggalkan korban yang sedang merintih kesakitan.
Gadis malang yang berlumuran darah itu kemudian mencari pertolongan pada warga sekitar.
Warga terkejut melihat jari tengah gadis ini nyaris putus.
“Mana lu pu tangan, aduh tuhan Yesus e, dong potong ko? mungkin dong mau curi to, dong pegang pisau dan parang, aduh kasihan ini nona. Makanya lapor polisi sa,” kata seorang sambil memeriksa kondisi gadis nahas ini.
Dia mengingatkan agar ke depan tidak boleh memadu kasih di sampai larut malam di tempat sepi.
“Ingat besok-besok sonde boleh pi pacaran dilaut dengan tengah malam lai. besong sama ke sonde ada rumah ni,” tutur wanita sambil mengobati luka korban.
Video saat gadis tersebut diobati seketika viral di media sosial. Berbagai tanggapan dilontarkan netizen dalam kolom komentar.
“Ko su tau jam 2 , masi pi buat apa mejeng di pantai jam bgtu. ada Hujan badai topan halilintar ju dong dua trllu nekad apa macam e. sekarang su jadi bgini. susah su dtg bru mo ksi salah salah sapa le. pi lapor polisi memang psti polisi usut ini kasus krn memang ini su tindakan kriminal. tapi ada bbrpa bahan pertimbangan ju a. menyangkut su jam 2 knpa snd dudu tampa ma bjln cari sepo. su tau ada korona. org ada mejeng lwt Online sa. tau su trllu rindu apa macam ni. mau ketawa ju taku dosa. semoga ini kasus cpt slesai. pelaku cpt ketangkap. dan pacar si korban ju bisa brikan keterangan yg baik dan benar. dan semoga kaka nona yg tersakiti cpt sembuh,” tulis Chacha Dethan
“Kerja gila ne ma. Jam bgt pke keluyuran le ne.. mana ad rame ??? Mw jadi penjaga pantai mangkali.. sial dtg snd tau waktu dg tempt. Lain x biar lebih waspada” tulis Dhelsy Ratnasari Nenobesi
“Pi pacaran dipantai kurang lat…. Su bgtu laki2 snd tgg jwb bangun lari kastenga…. Nona eeee kas putus sa,” tulis akun Erna Nenogiri
Sementara itu, Artur, pemilik akun Facebook mengimbau kepada semua masyarakat untuk tidak berkunjung larut malam ke pantai batu nona, karena sangat rawan terjadi pembegalan
“Jangan main ke pantai dan lupa jam pulang kalau sudah larut malam. mending jangan keluar juga untuk main-main ke pantai, ini sepasang muda mudi di begal oleh orang yang mengaku penjaga pantai ninsui. padahal selama ini tidak ada namanya penjaga pantai ninsui di tempat ini,” tulis Artur di akun Facebooknya. (MBN01/ KN)


Komentar