oleh

Bencana Longsor di Kupang, Warga Bantaran Kali Liliba Diungsikan, Ada Bayi dan Balita

Video

Kupang, NTT

Warga yang tinggal di bantaran kali Liliba, RT. 16 dan 17, RW. 04, Kelurahan Tuak Daun Merah, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, diungsikan ke tenda darurat yang disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, di pelataran gereja.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan, mengingat kota Kupang masih terus diguyur hujan lebat.

Warga yang diungsikan sebanyak 30 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 146 orang. Jumlah ini sudah termasuk ibu – ibu, bayi dan balita.

Bayi dan balita yang masih kecil harus ikut merasakan kapahitan yang tak pernah mereka inginkan. Tak ada lagi selimut hangat dan kasur empuk untuk merebahkan tubuh mereka. Hanya lembaran terpal dan kain seadanya melindungi raga mereka dari hawa dingin yang menggetarkan tulang.

Bahkan butiran hujan yang terus mengguyur kota, membuat anak – anak bayi dan balita yang terseret dalam bencana itu menggigil dalam pelukan ibu mereka.

Warga yang mengungsi berharap, ada solusi yang bisa meringankan derita mereka.

Kepala BPBD Kota Kupang, Jemy Didok, kepada awak media ini, Senin (251/2021) menjelaskan, bahwa kendati cuaca saat ini cukup ekstrim, namun Kota masih dalam status waspada.

“Cuaca masih ekstrim dan berpeluang terjadi longsor susulan, karena itu untuk sementara kita relokasi warga di tenda darurat ini”, kata Jemy Didok.

Dikatakan Jemy, Pihaknya akan berkoordinasi dengan Wali Kota untuk mencari solusi warga yang terdampak bencana longsor.

“Selain tenda untuk menampung warga, kami juga siapkan logistik”, terang Jemy.

Sementara itu, Asisten II Kota Kupang Elvianus Wairata, menyampaikan apresiasi kepada pimpinan Gereja St. Petrus Rasul yang telah membantu pemerintah membrikan tempat berteduh bagi masyarakat yang terdampak bencana.

“Selaku pemerintah, kami menyampaikan terima kasih kepada gereja, yang telah membuka dan menerima untuk menjadi penampungan warga sementara waktu”, ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Elvianus juga menyampaikan ucapan belasungkawa atas meninggalnya pasangan suami istri akibat longsor.

“Saya atas nama pemerintah Kota Kupang, menyampaikan turut berduka cita atas meninggalnya kedua saudara kita (Paulus Takela dan Mery Welmince Lakmau), kiranya mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Esa. keluarga yang ditinggalkan ahar diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini”, pungkas Elvianus. (MBN01)

Komentar