Kupang, NTT
Proses kegiatan belajar mengajar (KBM) SMA Negeri 1 Rote Timur di masa pendemi covid 19 menggunakan sistem sift dan silang. Hal ini dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid 19.
“kami tidak bisa menghadirkan anak lebih dàri 50% sehingga tidak terjadi kerumunan. misalnya dalam 1 kelas jumlah anak 36 orang maka 18 orang datang pada hari senin kemudian 18 orang datang pada hari selasa”, jelas Kepala Sekolah SMAN 1 Rote Timur, Mikael Kega, S.Pd di ruang kerjanya, Selasa (8/12/2020).
Lebih lanjut, Mikael menjelaskan, sistem sift dan silang ini sudah diberlakukan sejak dari bulan Juni 2020 itu melalui musyawarah bersama antara guru dan orang tua murid.
“Waktu yang ditentukan mulai dari pagi pukul 07.00 sampai pukul 04.00 Wita”, katanya.
Dia bermimpi untuk menjadikan SMAN 1 Rote Timur sebagai barometer pendidikan berkualitas di Kabupaten Rote Ndao.
“Kami akan mendorong anak-anak agar bisa perprestasi , bermutu dan performal nilai-nilai ketrampilanya beda dengan sekolah2 yang lain”, pungkas Mikael.
Lebih lanjut Mikel menjelaskan, proses pembelajaran di SMAN 1 Rote Timur selalu merujuk pada Visi sekolah yakni “Unggul Dalam Mutu, Prestasi Dalam Kreasi, Persona dalam performal”.
“Hal ini kami lakukan agar anak – anak punya mutu yang bagus atau akademik yang bagus sehingga ketika mereka lulus dari sini mereka bisa di terima di perguruan tinggi mana saja”, katanya.
Untuk menunjang visi tersebut, beberapa misi yang dilakukan yakni menonjolkan pembelajaran dan bimbingan yang efektif, mendorong kemampuan berekspresi di dalam bidang kesenian dan lainnya.
“Saya berharap covid 19 ini bisa berlalu sehingga proses KBM bisa berjalan lancar karena ada pelajaran – pelajaran tertentu yang harus dibimbing oleh guru”, tutup Mikael.
Penulis : Mekris Ruy


Komentar