oleh

Tolong, Anak Tukang Parkir di Kupang Butuh Biaya untuk Berobat

-Humaniora-1.298 views

Kupang, NTT

Malang tak bisa ditolak, mujur tak dapat diraih. Begitulah kondisi yang dihadapi Anwil Teuf, anak seorang kakek di Kota Kupang yang berprofesi sebagai juru parkir.

Lantaran tidak memiliki biaya, anak perempuan berusia 29 tahun itu harus bergelut dengan penyakit yang dideritanya begitu lama tanpa perawatan medis.

Anwil pernah dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah, W. Z Yohannes Kupang, namun merasa tak mampu membayar biaya pengobatan, Hanok Teuf (78), kakek yang kesehariannya menjadi tukang parkir di Pengadilan Negeri Kupang itu, nekat mengeluarkan secara paksa dan membawa kembali Anwil ke rumahnya di Humbala, Kelurahan Manutapen, kecamatan Alak, Kota Kupang.

Kondisi Anwil yang sudah menderita sakit selama kurang lebih sebulan itu kian memburuk tanpa perawatan medis.

“Bapak tidak ada biaya, baru ini anak tidak ada kartu BPJS jadi saya terpaksa bawa pulang Dia (Anwil)”, ujar Kakek Hanok sambil meneteskan air mata.

Kakek malang ini mengatakan, Ia hanya pasrah pada kehendak Tuhan dan berharap ada keajaiban dan pertolongan.

Anwil Dibawa Kembali ke Rumah Sakit

Mengetahui kondisi Anwil, Jawit Selly, seorang wartawan, bersama Semar Dju, pengacara muda di Kota Kupang yang mengenal orang tua Anwil karena sering bertemu di Pengadilan Negeri, mendatangi Rumah Anwil.

Mereka kemudian membujuk Hanok (Bapak Anwil) agar membawa Anwil kembali ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Semar berkoordinasi dengan Wali Kota Kupang, Jefry Riwu Kore, terkait kondisi Anwil.

“Bisa tolong bawa ke Rumah Sakit Kota? Bilang rekomendasi dari saya. Saya masih di luar daerah Ama, Bilang dari pak Jefry… Tangani saja dahulu… Nanti biaya kita usahakan. Tunjukan WA dari saya”, dengan pesan whatsApp dari Wali Kota Kuoang merespons informasi terkait kondisi Anwil.

Pasien kemudian dibawa ke Rumah Sakit S K Lerik dan dilakukan perawatan medis. Kendati demikian, Hanok Teuf, juru parkir malang yang merawat anaknya seorang diri karena istrinya telah lebih dahulu dipanggil sang khalik, masih membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk meringankan penderitaan yang dialami bersama anaknya yang sedang berjuang melawan sakit yang dideritanya. (MBN01)

Komentar