Kupang, NTT
Siapa yang tak mengenal Julie Soetrisno Laiskodat, istri dari Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat?
Perempuan berdarah Tionghoa ini, sangat konsen terhadap kebudayaan Nusa Tenggara Timur.
Terlebih soal tenun ikat NTT, Anggota DPR RI dari partai Nasdem ini sudah begitu mendarah daging.
Bahkan karya – karyanya tentang tenun ikat sudah dipamerkan hingga mancanegara.
Tak heran jika dua (2) kali istana negara mempercayai Julie Laiskodat mengurus busana Presiden RI, Joko Widodo, pada upacara peringatan hari kemerdekaan RI.
Sebagai ketua Dewan Kerajinan Nasional (Dekranasda) Nusa Tenggara Timur (NTT) Julie, melakukan berbagai upaya guna mempromosikan kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur.
Mulai dari membangun one stop shopping di gedung Dekranasda NTT, hingga membawa tenun ikat NTT pada berbagai ajang internasional, seperti, London fashion week, dan lainnya.
Hampir setiap saat, perempuan cerdas nan tangguh ini, mengenakan busana berbahan dasar tenun ikat.
Tak cukup sampai di situ, Bunda Paud NTT ini mulai menggairahkan semangat memiliki dan mencintai budaya dengan menggelar Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020.
Pagelaran Pentas Kesenian Tradisional NTT
Bertempat di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, pada Sabtu (7/11/2020) 26 Sanggar Seni dari berbagai etnis di NTT menyemarakan Pentas Kesenian Tradisional NTT 2020, bertajuk, “Melalui Budaya, NTT Bangkit NTT Sejahtera”.
Tema ini sejalan dengan Visi Misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, yakni, NTT Bangkit, NTT Sejahtera.
Para peserta mengenakan pakaian adat asal daerah masing – masing. Sementara ketua penggerak PKK Provinsi NTT, Julie Laiskodat, tampil memukau dengan balutan kain tenun ikat.
Sanggar Wela Pau Rana pimpinan Jehadu Hilarius, menjadi penampil perdana dengan menyajikan tarian Caci dari etnis Manggarai dalam pentas seni tersebut.
Suasana begitu meriah, dengan penampilan memukau dari semua Sanggar Seni yang unjuk kebolehan.
Selain atraksi budaya yang dimainkan, mereka para seniman ini juga tampil memukau dengan pakaian adat dari semua etnis di NTT.
Julie Laiskodat, saat membuka kegiatan pentas seni mengatakan semua Negara mempunyai alam, pantai, pengunungan yang sama tetapi budaya berbeda.
“Budaya yang kita miliki tidak ada di tempat lain. Ini kekayaan yang seharusnya bisa bermanfaat memberi kesejahteraan bagi masyarakat”, kata Julie.
Menurut Julie Laiskodat, Provinsi NTT memiliki potensi pariwisata yang jauh lebih unggul dari provinsi lainnya termasuk Provinsi Bali, namun belum dikelola dengan baik.
“NTT punya hewan langka Komodo, punya danau tiga warna Kelimutu, dan masih banyak potensi alam yang lainnya, serta potensi budaya yang sangat kaya”, jelas Julie.
“Baik berupa kain tenun atau kain adat, upacara adat serta tarian tradisionalnya, Masyarakat NTT harus menyadari bahwa kekayaan alam dan budaya sebagai potensi parwisata ini harus bisa dikembangkan dan dimanfaatkan bagi kesejahteraan”, imbuhnya.
Dia meminta pemerintah melalui dinas pariwisata, dinas pendidikan dan intansi terkait lainnya untuk memanfaatkan potensi ini bagi kesejahteraan masyarakat.
Kecintaan Julie terhadap kebudayaan NTT membuatnya bahkan sempat memberi kritikan pedas kepada salah satu penampil yang menggunakan batik pada aksesories mereka.
“Kalau berkenan, batik kita ganti dengan kain tenun ikat. Terus terang, saya alergi batik dikolaborasi dengan tenun ikat di NTT”, tegas Julie.
Dia berkomitmen untuk terus mempromosikan seluruh potensi budaya yang ada untuk kesejahteraan masyarakat NTT. (MBN01)


Komentar