Pemerintahan

Perangi Narkoba, BNN NTT Perkuat Karakter Aktivis PMKRI

Bagikan :

Kupang, NTT

Berbagai upaya dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memerangi bahaya peredaran dan penyalahgunaan Narkotika dan obat terlarang (Narkoba) di wilayah NTT.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah memperkuat karakter generasi muda melalui para aktivis Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Kota Kupang, dengan melakukan sosialisasi tentang bahaya penyalahgunaan dan peredaran Narkoba bagi generasi muda.

Kepala Seksi Pencegahan BNN NTT, Markus Raga, SH., M.Hum, saat menyampaikan materi

Kepala Seksi Pencegahan BNN NTT, Markus Raga, SH., M.Hum, saat menyampaikan materi sosialisasi dihadapan 125 calon anggota baru pada Masa Bimbingan (Mabim) calon anggota baru PMKRI cabang Kupang, Sabtu (2/11/2019), di aula St. Petrus, STIPAS Kupang, mengatakan, Narkoba merupakan hal yang sangat berbahaya yang dapat merusak masa depan anak bangsa.

“Kalau adik – adik menggunakan Narkoba di usia yang masih muda seperti saat ini, maka masa depan tidak akan bagus”, jelas Markus.

Oleh karena itu, lanjut Markus, harus ada upaya pencegahan yakni dengan tidak mau terlibat dalam penyalahgunaan dan peredaran Nakoba.

“Kalau ada teman – teman yang ajak minum (Miras) jangan mau terlibat karena bisa saja ada Narkobanya”, ujarnya.

“Saya ingin mahasiswa, khususnya yang tergabung di dalam PMKRI agar paham soal narkoba, dan menolak hal – hal yang bersifat negatif, karena Narkoba sangat berbahaya dan mengancam masa depan anak bangsa,” imbuhnya.

Dia meminta para peserta sosialisasi, agar menjadi corong untuk melanjutkan informasi tentang bahaya Narkoba kepada generasi muda lainnya.

Foto bersama usai sosialisasi

Ketua PMKRI cabang Kupang, Oswin Goleng, pada kesempatan itu mengapresiasi BNN NTT yang secara terbuka membangun kemitraan dengan PMKRI dalam upaya pemberantasan Narkoba.

Menurut Oswin, PMKRI punya tanggung jawab moril kepada para anggota untuk memiliki wawasan tentang bahaya penggunaan narkoba. Dia juga mengingatkan para anggota PMKRI cabang Kupang bahwa narkoba harus dilawan.

Baca Juga:  Sukseskan KKBPK dengan Sinkronisasi Arah Kebijakan Lintas Sektor

“Sosialisasi ini merupakan langkah prefentif bagi anggota untuk tidak terjebak dalam ‘dunia hitam’ Narkoba,” tegasnya.

Salah satu calon anggota PMKRI cabang Kupang, Nelson de Conceicao mengakui bahwa sosialisasi yang dilakukan BNN NTT sangat penting, karena dia bersama ratusan teman-temannya dapat mengetahui jenis dan dampak dari penyalahgunaan Narkoba.

“Saya tidak ingin masa depan saya rusak karena narkoba. Karena narkoba mengandung zat adiktif yang sangat berbahaya bagi tubuh,” ujarnya. 

Sementara itu, Fransiska, mengakui bahwa materi yang disampaikan oleh BNN kepada mahasiswa sangat menarik dan tepat.

“Sebagai generasi “pucuk -pucuk muda”, Narkoba merupakan masalah yang sangat besar. Oleh karena itu dengan materi yang kita peroleh dari BNN dapat mengingatkan kami agar menjauhkan diri dari Narkoba”, ukapnya.

Fransiska berpesan agar seluruh generasi muda yang adalah tulang punggung bangsa di seluruh Indonesia, khususnya Nusa Tenggara Timur, agar menjauhi Narkoba.

“Jangan pernah moncoba, karena sekali mencoba Narkoba, anda akan terjerumus dan masa depan anda hancur di tangan anda sendiri”, tegasnya. (MBN01)

56 Views
Bagikan :