Rajut Kepingan Asa, WSS Menepi Sejenak di Tepian Oesina

0
624
Facebook
Twitter
Google+
Pinterest

www.Metrobuananews.com | Kupang – Perbedaan tak seharusnya memisahkan, karena keberagaman mengingatkan betapa pentingnya hidup berdampingan dan saling menolong.

Penggalan kalimat sederhana itu menjadi landasan bagi puluhan Jurnalis yang tergabung dalam  Komunitas Wartawan Sehati Sesuara (WSS) merajut kebersamaan dari perbedaan.

Menyusuri jalanan ibu kota sekira 25 Km dari jantung Kota Kupang ke arah selatan, WSS menepi sejenak di tepian pantai Oesina, Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Minggu (26/8/2018).

Di bawah rindangnya pohon bidara, sembari menikmati hembusan angin laut, para pewarta ini menata kepingan asa dalam sebuah visi bersama.

Bersama menyuarakan suara kaum tak bersuara, bersama menata asa kaum marginal yang terpinggirkan dan bersama menuju sejahtera.

Bersama wujudkan kesejahteraan adalah Visi yang akan melandasi setiap  tarian pena anggota WSS.

“Biarkan alam cemburu melihat kebersamaan kita di atas permadani cinta. Tetaplah rendah hati. Dengan cinta kita berpihak pada kaum lemah”, ujar Sintya Pella, Ketua WSS, di sela – sela diskusi siang itu.

Menimpali humbauan Ketua WSS, Pimpinanan Majalah Medika Star, dr. Eki Gonang, mengatakan alam tak akan cemburu, karena alam merestui setiap karya yang dilandasi cinta.

“Kesehatan anggota WSS dan masyarakat tidak mampu adalah pergumulan dan tujuan Klinik King Care”, ujar dr Egon, sapaan akrab dokter muda multi talenta itu.

Dia berkomitmen, secara berjenjang akan melakukan pemerikasaan kesehatan gratis di setiap kegiatan WSS.

“Kami ada dalam setiap tangisan anak negeri yang tak berdaya”, pungkas dr Egon.

Sebelum meninggalkan Lifuleo, para pewarta ini menyempatkan diri menikmati kemilau pasir putih, pantai Oesina.

Pesona pantai dengan gulungan ombak beriringan menuju tepian. Deburannya memecah keheningan, mengusir kesedihan.

Resah pun sirnah ketika ketika buih berkejaran membasuh bibir pantai, menyejukan hati, melipur lara.

Semua terpana, seakan tak ingin beranjak, namun senja hampir menjemput malam.

Usai mengabadikan setiap jengkal keindahan, WSS akhirnya pulang, seiring kembalinya sang pemilik cahaya ke peraduannya. (MBN01)