Oebelo Memanas, Warga Mengungsi

0
1088
Facebook
Twitter
Google+
Pinterest

www.Metrobuananews.com | Kupang– Ratusan warga Desa Tanah Merah dan warga Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengungsi akibat konflik horisontal yang terjadi sejak Kamis (23/8/2018).

Ketua Majelis Jemaat GMIT Emaus Oebelo, Pendeta Regina Bule Logo Duri mengatakan, lebih dari 200 orang yang didominasi kaum perempuan dan anak-anak mengungsi di Gereja Oebelo sejak konflik pada Jumat 24 Agustus 2018 malam.

“Terutama anak-anak dan kaum perempuan terpaksa mengungsi ke gereja untuk menyelamatkan diri dari konflik antara warga Desa Oebelo dengan Tanah Merah,” kata Regina kepada wartawan, Minggu (26/8/2018).

Menurut dia, warga yang mengungsi masih mengalami trauma untuk kembali ke rumahnya sehingga masih bertahan di tempat pengungsian.

“Ada warga yang memilih pulang ke rumah untuk makan, mandi serta berganti pakaian, sesudah itu kembali berkumpul bersama warga lainnya di gereja tersebut,” ujarnya.

Dia mengaku telah menghubungi pihak Majelis Klasis Kupang Tengah, dan Sinode GMIT, serta pemerintahan setempat untuk merespon dan memfokuskan perhatian bagi warga Desa Tanah Merah dan Oebelo yang menjadi korban secara mental dan trauma akibat konflik.

Ia juga meminta aparat keamanan TNI-Polri terus berjaga dan selalu meningkatkan kewaspadaan di sekitar lokasi bentrok serta mengantisipasi terjadinya bentrok susulan.

“Kami harap pemerintah daerah juga menyiapkan kebutuhan dapur umum untuk ketersediaan pangan yang cukup dan fasilitas obat-obatan, serta MCK bagi para warga yang berada di lokasi pengungsian,” katanya.

Seorang warga Tanah Merah, Space Pah mengaku warga mengungsi sejak pecah konflik pada Kamis, 23 Agustus 2018.

Dia mengatakan warga ketakutan dan trauma karena takut ada serangan susualan.

“Sampai saat ini, Ibu-ibu dan anak-anak serta lansia masih mengungsi di gereja,” kata Mirace.

Dia berharap aparat keamanan segera mengendalikan situasi yang saat ini masih mencekam agar konflik antarwarga segera redah sehingga bisa kembali ke rumah masing-masing.

Konflik antarwarga Desa Oebelo dan Tanah Merah terjadi pada Kamis (23/8). Konflik tersebut mengakibatkan dua warga tewas dan sebagian luka-luka. (MBN01/OK/JK)