Sengketa Pilkada Rote Ndao, Ketua KPU dan Panwas “Tamat”

0
10454

Metrobuananews.com | Kupang – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Ketua Panitia pengawas pemilu (Panwas) Kabupaten Rote Ndao, Berkat NMF Ngulu dan Iswardy Lay, resmi diberhentikan dari jabatan masing – masing, .

Pemeberhentian tetap itu dikeluarkan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) dalam sidang putusan sengketa pilkada kabupaten Rote Ndao di Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Sesuai salinan putusan yang disampaikan oleh juru bicara Bawaslu NTT, Jemris Fointuna, kepada awak media, bahwasanya, DKKP mengabulkan pengaduan pengadu dan menjatuhkan sangsi pemberhentian tetap kepada Berkat Ngulu dan Iswardy Lay, masing – masing dari jabatannya.

Sementara, Lukas J Saudale,  Olens AJ Ndoen, Hofra A Anakay, selaku anggota KPU Rote Ndao, dijatuhi sanksi Peringatan Keras.

Sanksi Peringatan keras  juga dijatuhkan kepada anggota Panwas Kabupaten Rote Ndao, Tarsis Toumeluk dan Hasan Salolang.

Dalam keputusan tersebut juga DKPP memerintahkan KPU Provinsi NTT untuk melaksanakan putusan tersebut paling lama 7 hari sejak dibacakan.

Pantauan media, Sidang putusan sengketa Pilkada Rote Ndao dilakukan DKPP di Jakarta, Jumat (8/6/2018) dan disaksikan Sekda Rote Ndao, Jonas M. Selly, Ketua KPU Rote Ndao, Berkat NMF Ngulu dan Ketua Panwas Rote Ndao, Iswardy Lay melalui siaran langsung di Kantor Bawaslu NTT.

Hingga berita ini diturunkan pihak – pihak yang terkait dalam sengketa pilkada tersebut belum berhasil dikonfirmasi. (Nyongky)