Paslon Nomor Tiga Diyakini Mampu Merubah Wajah Perbatasan Motamasin RDTL

0
226

Metrobuananews.com | Malaka – Pasangan calon (Paslon) gubernur NTT nomor urut tiga, Benny K Harman dan Benny A Litelnoni diyakini mampu membawa perubahan bagi peningkatan ekonomi masyarakat di Wilayah kabupaten Malaka yang adalah cerminan wajah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Negara Republik Democratic Timor Leste (RDTL).

Hal tersebut disampaikan, Simon Petrus Berek, tokoh masyarakat Desa Alas Selatan Dusun Motamasin, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka, yang letaknya tepat di gerbang batas negara RI-RDTL.

Keyakinan itu muncul usai mendengar uraian program yang disampaikan calon gubernur NTT,  Benny K Harman, terkait pemberian bantuan modal usaha pagi para pengusaha kecil dan menengah untuk mengembangkan usaha mereka.

Menurut Simon, wajah daerah perbatasan akan berubah apabila ekonomi masyarakatnya didongkrak dengan program pemberdayaan.

“Dengan kemudahan akses memperoleh modal usaha maka masyarakat akan termotivasi untuk berusaha sehingga dengan sendirinya ekonomi kelyarga akan menjadi baik”, ungkap Simon.

Dia berharap, jika terpilih paket Harmoni harus memberikan perhatian khusua dan serius kepada masyarakat di daerah Motamasin yang notabene berbatasn langsung dengan RDTL dan Australia.

“Kami tidak ragu untuk mendukung paket Harmoni karena kolaborasi pak BKH dan Pak Litelnoni swbagai politisi dan biroktrat sangat serasi, masing – masing memiliki kemampuan yang mumpuni”, ungkap Simon.

Senada, ketua DPC Partai Demokrat Malaka, Egy Atok, mengatakan paslon nomor urut tiga secara intelektual memiliki kemapuan yang tidak tersaingi.

Dia menjelaskan, cagub Benny K Harman merupakan seorang Doktor dalam bidang Hukum dan memiliki segudang pengalaman sebagai politisi nasional yang disegani di komisi III DPR RI selama 3 periode.

Sementara wakilnya, Bennny Litelnoni, Lanjut Egy, adalah seorang birokrat murni bergelar Magister ilmu pemerintahan yang sudah malang melintang di dunia pemerintahan yakni pernah menjabat sebagai Wakil Bupati TTS dan terakhir menjadi Wakil Gubernur mendampingi Gubernur NTT Frans Lebu Raya.

“Tidak usah ragu dgn Harmoni, ceritakan kepada semua saudara, keluarga dan kenalan,  mari kita bersatu agar memenangkan paket Harmoni”, tegas Egy Atok.

Menyikapi pernyataan dukungan tersebut,  Cagub Benny K Harman mengatakan untuk membangun daerah harus dari perbatasan yakni dengan melakukan penguatan di bidang ekonomi, baik ekonomi mikro maupun ekonomi makro.

“Daerah perbatasan akan jadi prioritas Paket Harmoni, kami akan melakukan penguatan pasar agar tidak lagi pasar berkala namun beroperasi setiap hari”, ungkap BKH.

Selain itu, rumah – rumah masyarakat di daerah perbatasan perlu mendapat perhatian, karena menurutnya, salah satu faktor yang menggambarkan wajah NKRI di wilayah perbatasan adalah perumahan rakyat.

Tahun 2017 Badan Pusat Statistik (BPS) NTT merilis kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) di kabupaten Malaka, dilihat dari variable yang belum memilki atap seng sebesar 13, 63 peren, dilihat dari vaiabel  lantai, sebanyak, 35.8 masih berlantai tanah.

Menurut Cagub BKH,  angka tersebut masih tergolong tinggi, apalagi berada di wilayah perbatasan.

“Jika kami diberi kepercayaan memimpin NTT 5 tahun kedepan,  secara bertahap kami akan selesaikan persoalan tersebut, RTLH yg ada sudah mencakup saudara-saudara kita warga eks Timor Leste,  mereka harus diberi perhatian karena sudah memgorbankan segalanya dan memilih bergabung dengan NKRI, ini perlu diapresiasi”, kata BKH.

Cagub BKH berkomitmen, dalam jangka waktu lima (5) tahun wajah perbatasan NTT RDTL akan berubah menjadi lebih baik. (MBN01).