Kupang, NTT
Yuliani Apriani Welkis (Nani), gadis asal Desa Noelmina, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang ditemukan tak bernyawa di lokasi milik PT. Dwimukti Graha Elektrindo, Senin 17 Mei 2021 petang, meninggalkan duka yang mendalam.
Betapa tidak, Jauh – jauh dari kampung halaman, mengadu nasib ke kota dengan tujuan membahagiakan orangtua, namun akhirnya berakhir dengan kematian yang mengenaskan.
Jauh di dalam hati kecil orangtua dan sanak saudara korban, sebenarya tidak menerima kenyataan ini, sebab kepergian Nani sangat tidak wajar.
Kendati demikian, mereka sadar bahwa setiap insan yang bergerak di muka bumi ini, akan kembali kepada penciptanya.
Jenazah anak keempat dari delapan bersaudara ini akhirnya dimakamkan dikampung halamannya di Desa Noelmina , pada Rabu (29/5/2021).
Isak tangis orangtua, keluarga dan kerabat, mengantar kepergian buah cinta keluarga Welkis itu, ke tempat peristirahatan terakhir.
Di atas pusara Nani Welkis, keluarga meminta polisi untuk mengusut tuntas dan menangkap pelaku yang diduga menghabisi korban secara sadis dan tidak menusiawi.
“Kami sangat percaya bahwa pihak kepolisian akan mampu membantu kami keluaraga dalam mengusut masalah kami,” ungkap Elvis Welkis, perwakilan keluarga, kepada wartawan, Rabu (19/5/2021).
“Kami harap pelakunya segera dicari dan ditangkap secepat mungkin dan dihukum seberat – beratnya, sebagaimana yang dilakukan kepada anak kami, sehingga pihak keluaraga bisa puas,” imbuhnya.
Menurut Elvis, pihak keluarga sangat tidak menerima kejadian yang menimpa putri mereka, karena perbuatan tersebut sangat sadis dan tidak manusiawi, namun sebagai umat beriman, mereka iklas agar Nani tenang di alamnya.
“Sebagai orang tua, kami tidak bisa berbuat lebih jauh. Kami hanya percaya, anak kami telah pergi ke sisi kanan Allah bapa yang maha kuasa,” tutup Elvis Welkis sembari menitikan airmata. (MBN01)


Komentar